Senin, 22 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Bulan Literasi Kripto 2023, Investor Kripto Harus Smart Agar Tidak Latah dan FOMO

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Minat investasi aset kripto di Indonesia dalam dua tahun terakhir terus meningkat. Meskipun di akhir tahun 2022 nilai transaksi aset menurun 63% akibat anjloknya harga Bitcoin.

Jumlah investor aset kripto di akhir tahun 2022 mencapai 16,55 juta. Pluang,
aplikasi investasi multi-aset Indonesia, melihat tren aset kripto sebagai salah satu alternatif mendiversifikasi portofolio investasi.

Para investor aset kripto, tak terkecuali di Indonesia, memerlukan panduan mengelola aset digital ini di tahun 2023. Pengusaha/penggiat komunitas investasi sekaligus crypto miner Prathama Nugraha menjelaskan bagaimana kemungkinan perkembangan pasar kripto ke depan.

“Dinamika harga aset kripto sangat dipengaruhi oleh Bitcoin. Para investor kripto percaya bahwa volatilitas ini merupakan siklus empat tahunan yang sudah berulang dalam satu dekade terakhir. Dibandingkan aset investasi lain, ukuran pasar kripto relatif kecil dan memiliki banyak potensi untuk berkembang,” terang Tama, sapaan Prathama, pekan lalu.

Menurut dia, setidaknya ada tiga variasi aktivitas investasi di pasar kripto. Ketiganya adalah trading atau jual beli aset, mining atau produksi aset baru, dan stacking atau menyimpan aset kripto untuk mendapatkan keuntungan pasif.

Baca juga: Pluang Tegaskan, Platform Investasi Perlu Berdayakan Investor Ritel

Mengetahui perbedaan karakteristik ekosistem ini membantu para investor kripto di Indonesia untuk mengenali profil risiko investasi masing-masing sebelum terjun ke salah satu dari pilihan skema tersebut.

Head of Macroeconomic & Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina menjelaskan, oara investor aset kripto ini perlu memiliki kewaspadaan ekstra dalam
berinvestasi di aset digital ini. Banyaknya kasus investasi bodong di aset kripto Karena masyarakat yang tidak mengetahui praktik legal investasi kripto dan tergiur keuntungan secara instan.

Satu-satunya ketidakpastian yang bisa ditolerir dalam kegiatan berinvestasi adalah dinamika pasar dan kondisi.

“Celah informasi ini bisa dikelola dengan meningkatkan literasi keuangan. Untuk bisa melindungi aset investasi, investor aset kripto juga perlu melek regulasi yang mengatur aset digital ini agar bisa terhindar dari praktik investasi ilegal,” terang Dian.

Tingginya antusiasme investasi aset kripto perlu dibarengi dengan kemampuan menilai dan membaca sentimen komunitas terhadap tren inovasi baru. Seringkali investor aset kripto latah akan kemutakhiran teknologi tanpa memeriksa kredibilitas infrastruktur digital yang mendukung produksi koin tertentu dan figur dibaliknya.

“Mengetahui rekam jejak individu dan perusahaan yang memproduksi aset kripto
setidaknya membantu mereka menimbang apakah investasi di koin ini layak dan berpotensi jangka panjang,” papar Tama. (jun)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER