Senin, 15 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Jumlah Peserta BI Fast Bertambah 16 Lembaga Lagi, ShopeePay dan DANA Masuk

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Mulai Senin (20/3), jumlah peserta BI-FAST bertambah sebanyak 16 lembaga. Terdiri dari 14 bank dan 2 Lembaga Selain Bank (LSB).

Sejak diluncurkan pada 21 Desember 2021, total jumlah peserta BI-FAST hingga kini menjadi 122 peserta. Mereka mewakili 94% dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional. Penambahan tersebut merupakan kepesertaan gelombang (batch) keenam.

Pada batch keenam ini, 14 bank yang tergabung sebagai peserta BI-FAST yaitu 11 Bank Swasta Nasional, 2 Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan 1 Bank Asing. Selain itu, terdapat 2 Lembaga Selain Bank (LSB)  sebagai peserta BI-FAST perdana. Dua LSB itu adalah ShopeePay dan DANA.

Baca juga: Jumlah Peserta BI FAST Bertambah, Kini Ada 106 Peserta

Bergabungnya dua LSB tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan Ekonomi Keuangan Digital (EKD) dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan BI-FAST. Guna meningkatkan efisiensi penyediaan infrastruktur, 6 dari 14 Bank Peserta batch keenam memanfaatkan infrastruktur multitenancy (multi banks one connector).  

Cek peserta BI Fast di sini

https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Documents/sp_256923.pdf

Tahapan implementasi BI-FAST oleh peserta kepada nasabahnya disesuaikan dengan strategi dan rencana peserta dalam mempersiapkan kanal pembayaran. Perluasan kepesertaan BI-FAST, diharapkan memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk stakeholders BI terhadap layanan sistem pembayaran ritel yang CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Andal).

BI-FAST adalah infrastruktur sistem pembayaran Bank Indonesia (BI), dapat diakses melalui aplikasi ataupun kanal yang disediakan industri sistem pembayaran untuk memfasilitasi transaksi pembayaran ritel bagi masyarakat.

“Layanan BI-FAST merupakan wujud sumbangsih BI bersama industri sistem pembayaran dalam mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional untuk menunjang inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” terang,” papar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, Senin (20/3). (nin)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER