Kamis, 13 Juni 2024
FINTECHNESIA.COM |

Layanan Sempat Bermasalah, RUPST Mencopot Dua Direksi BSI

BACA JUGA




FinTechnesia.com |  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Syariah Indonesia (BSI) hari ini Senin (22/5), memutuskan merombak jajaran pengurus. Pencopotan itu tak ledas dari imbas dari layanan bank berkode saham BRIS itu yang sempat bermasalah.

RUPST memberhentikan dengan hormat Achmad Syafii sebagai Direktur TI dan Tiwul Widyastuti sebagai Direktur Manajemen Risiko. Kemudian mengangkat dan menetapkan Saladin D. Effendi sebagai Direktur TI dan Grandhis Helmi H sebagai Direktur Manajemen Risiko.

Sebelumnya, Saladin D. Effendi menjabat sebagai Chief Information and Security Officer Bank Mandiri. Sementara itu, Grandhis Helmi H sebelumnya menjabat sebagai Group Head Commercial Risk 1 Bank Mandiri.

Baca juga: Layanan Error, Dirut BSI: Kami Mohon Maaf dan Berusaha Pulihkan Layanan

Rapat juga mengangkat dan menetapkan Muliaman D. Hadad sebagai komisaris utama/independen. Adiwarman Azwar Karim sebagai wakil komisaris utama/independen dan Abu Rokhmad sebagai komisaris.

Muliaman merupakan mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012-2017 dan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2011-2012 dan periode 2006-2011..

Perubahan susunan pengurus perseroan tersebut juga diharapkan semakin mendukung penguatan transformasi digital dan transfornasi culture BSI guna mendorong akselerasi bisnis, memperkuat kontribusi BSI dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Serta mendukung langkah pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Keputusan pemegang saham ini akan menjadikan pengurus perseroan semakin solid, meraih kinerja yang berkelanjutan dan mampu membawa BSI semakin berperan dalam pertumbuhan perbankan syariah untuk go global,” terang Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, Senin (22/5). (kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER