Senin, 27 Mei 2024
FINTECHNESIA.COM |

OJK Sebut, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional Tetap Stabil

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2 Mei 2024 menilai, stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga stabil. Serta dengan kinerja intermediasi yang kontributif.

“Kondisi tersebut didukung oleh likuiditas memadai dan tingkat permodalan yang kuat di tengah peningkatan ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik dan trajectory penurunan inflasi di bawah ekspektasi pasar,” papar Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, Senin (13/5). Sehingga menimbulkan tekanan di pasar keuangan.

Di Amerika Serikat (AS), produk domestik bruto (PDB) melambat sebesar 1,6% quarter on quarter (qtq), sebelumnya 3,4%. Ini penurunan terendah dalam dua tahun terakhir. Penyebabnya, peningkatan impor yang signifikan.

Meskipun demikian, kinerja ekonomi AS masih menunjukkan tanda-tanda penguatan yang lebih tinggi dari ekspektasi. Hal ini mendorong kembalinya ekspektasi suku bunga high/er for longer. Sehingga pasar memprediksi, probabilitas pemotongan fed funds rate (FFR) semakin menurun. 

Baca juga : Kondisi Sektor Jasa Keuangan Stabil, Tapi Daya Beli Masyarakat Masih Tertekan

Berbeda dengan The Fed, Europan Central Bank (ECB) dan Bank of England (BOE) dihadapkan dilema antara pertumbuhan rendah dan inflasi yang masih tinggi di Kawasan Eropa.

Namun pasar mengekspektasikan BOE dan ECB akan memilih menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan. Di Tiongkok, rilis beberapa kinerja ekonomi di atas ekspektasi pasar, meskipun masih terjadi pelemahan permintaan domestik. Sehingga pemerintah masih cenderung menerapkan kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.

Di perekonomian domestik, inflasi inti meningkat. Ini mengindikasikan pemulihan permintaan dalam periode pemilu dan bulan Ramadan. Sektor manufaktur juga mengalami peningkatan kinerja, didorong oleh naiknya volume pesanan dan produksi baru. 

Ke depan, perlu dicermati potensi normalisasi pertumbuhan ekonomi seiring telah berakhirnya periode pemilu dan Ramadan di tengah berlanjutnya normalisasi harga komoditas yang menekan pertumbuhan ekspor. (alo)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER