Jumat, 19 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Viral Soal Potongan Gaji untuk Tapera, Ini Penjelasan BP Tapera dan Duit Peserta Bisa Diambil, Cek Syaratnya di Sini

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Belakangan ini heboh soal pungutan BP Tapera. soal Presiden Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang ditetapkan pada tanggal 20 Mei 2024.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyambut baik terbitnya beleid tersebut merupakan penyempurnaan dari aturan sebelumnya. Proses pengelolaan Tapera melalui penyimpanan oleh Peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu. Hanya dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan dan/atau dikembalikan pokok simpanan berikut hasil pemupukannya setelah kepesertaan berakhir.

Menurut Heru, perubahan atas PP ini adalah upaya pemerintah meningkatkan efektivitas penyelenggaraan dan akuntabilitas pengelolaan dana Tabungan Perumahan Rakyat.

Beberapa hal pokok dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2024 ini mengatur ketentuan. Seperti kewenangan pengaturan Kepesertaan Tapera oleh Kementerian terkait, serta pemisahan sumber dana antara dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari dana Tapera.

Baca juga : OJK Terbitkan Aturan Pelaporan Fintech Lending, BP Tapera dan Pembiayaan Sekunder Perumahan

BP Tapera dibentuk berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat. Diatur lebih lanjut melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat.

Tujuannya menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah layak dan terjangkau bagi peserta, serta memiliki fungsi untuk melindungi kepentingan peserta.

BP Tapera mengemban amanah berupa penyaluran pembiayaan perumahan yang berbasis simpanan dengan berlandaskan gotong royong. Peserta yang yang termasuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dapat memperoleh manfaat berupa kredit pemilikan rumah (KPR), Kredit Bangun Rumah (KBR), dan Kredit Renovasi Rumah (KRR) dengan tenor panjang hingga 30 tahun dan suku bunga tetap di bawah suku bunga pasar.

Dana dari peserta akan dikelola oleh BP Tapera sebagai simpanan yang akan dikembalikan kepada peserta “Dana yang dikembalikan kepada peserta Tapera ketika masa kepesertaannya berakhir. Verupa sejumlah simpanan pokok berikut dengan hasil pemupukannya,” jelas Heru, Senin (27/5).

Masyarakat yang masuk dalam kategori berpenghasilan rendah dan belum memiliki rumah pertama dapat mengajukan manfaat pembiayaan Tapera, sepanjang telah menjadi peserta Tapera.

Dalam pengelolaan dana Tapera, BP Tapera mengedepankan transparansi dan akuntabilitas sesuai prinsip good corporate governance (GCG). Pengelolaan mendapat pengawasan langsung dari Komite Tapera, Otoritas Jasa Keuangan, serta Badan Pemeriksa Keuangan. (alo)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER