Senin, 22 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

OJK Mencatat Kenaikan Kredit Bermasalah di April 2024 Menjadi 2,33%

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Mei mencatat, kinerja industri perbankan per April 2024 tetap resilien dan stabil. Didukung tingkat profitabilitas (ROA) sebesar 2,51% dan rasio margin bersih alias net interest margin (NIM) sebesar 4,56 persen.

Permodalan (CAR) perbankan masih di level yang relatif tinggi yaitu sebesar 25,99% Ini menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global. 

Dari sisi kinerja intermediasi, pada April 2024, secara bulanan mtm kredit meningkat sebesar Rp 66,05 triliun, atau tumbuh sebesar 0,91% mtm. Adapun secara tahunan, kredit melanjutkan catatan double digit growth sebesar 13,09% (yoy) menjadi Rp7.310,7 triliun.

“Penyaluran kredit tersebut melanjutkan tren pertumbuhan kredit sejak periode sebelumnya dan searah dengan target pertumbuhan tahun 2024. Tren pertumbuhan kredit yang baik ini menunjukkan dukungan dan komitmen perbankan yang tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,” terang Dian Ediana Rae. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Senin (10/6).

Baca juga : OJK Sebut, Pertumbuhan Kredit dan Simpanan Perbankan Menurun, NPL Naik

Sementara dana pihak ketiga (DPK) April 2024, DPK tercatat tumbuh sebesar 0,6% mtm atau meningkat sebesar 8,21% yoy. Naik dibandingkan Maret 2024 sebesar 7,44% yoy menjadi Rp 8.653 triliun.

Sementara itu, kualitas kredit mencatat rasio non performing loan (NPL) gross perbankan sebesar 2,33%. Meningkat dibandingkan Maret 2024 sebesar 2,25%. Sedangkan NPL net sebesar 0,81%. Meningkat ketimbang Maret 2024 mencapai 0,77%.

Dalam rangka penegakan hukum dan pelindungan konsumen di sektor perbankan, serta sebagai bagian tindakan pengawasan n OJK untuk terus menjaga dan memperkuat industri perbankan. OJK telah mencabut izin usaha PT BPR Bank Jepara Artha (Perseroda) pada 21 Mei 2024. (kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER