Jumat, 19 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Trader dan Investor Terus Ramaikan Papan Pemantauan Khusus dan FCA, Begini Kondisi Bursa Saham

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Papan pemantauan khusus dengan full call auction (FCA) masih menghebohkan pasar modal Indonesia. Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Mei 2024 lalu menyingkap, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 4,15% year to date (ytd) ke level 6.970,74. Melemah 3,64% month to date (mtd). 

Nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 11,825 triliun atau naik 1,29% ytd. Sementara  net sell sebesar R p6,25 triliun ytd. Pelemahan terjadi di antaranya di sektor teknologi serta transportasi dan logistik (secara ytd). Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham tercatat Rp 12,17 triliun ytd.

Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi (ICBI) menguat 1,53 persen ytdke level 380,33. Adapun yield Surat Berharga Negara (SBN) pada 30 Mei rata-rata naik sebesar 22,40 bps (secara ytd). 

Non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp35,08 triliun. Untuk pasar obligasi korporasi per akhir Mei 2024, investor non-residentjuga mencatatkan net sell sebesar Rp1,57 triliun ytd

Baca juga : Bursa Saham Ceria, Akhir Februari IHSG Menguat 0,6% ytd dan Net Buy Rp 18,44 Triliun

Di industri pengelolaan investasi, nilai asset under management (AUM) tercatat sebesar Rp 822,48 triliun (turun 0,27% ytd). Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp 482,23 triliun atau turun 3,83% ytdNet redemption sebesar Rp75,94 triliun ytd pada 31 Mei 2024. 

Penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren positif. Tercatat nilai penawaran umum sebesar Rp 86,92 triliun dengan 18 emiten baru.  Sementara itu, masih terdapat 141 pipeline penawaran umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp 56,92 triliun. 

Sedangkan untuk penggalangan dana pada securities crowdfunding(SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UKM, sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga Mei 2024 telah terdapat 17 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK. Rinciannya ada 546 penerbit, 174.873 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp1,13 triliun. 

Pada Bursa Karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 31 Mei 2024, tercatat 62 pengguna jasa yang mendapatkan izin. Total volume sebesar 608.427 tCO2e dan akumulasi nilai sebesar Rp 36,77 miliar.

Rinciannya nilai transaksi 26,86% di pasar reguler, 22,88% di pasar negosiasi dan 50,26% di pasar lelang. 

Ke depan, potensi Bursa Karbon masih sangat besar mempertimbangkan terdapat 3.765 pendaftar yang tercatat di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) dan tingginya potensi unit karbon yang dapat ditawarkan. (kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER