Sabtu, 20 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

BTC Turun ke US$ 65.000 Pasca Komentar Hawkish The Fed dan Aksi Jual Penambang Bitcoin

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Bitcoin (BTC) menghadapi tekanan jual signifikan selama sepekan terakhir. Sehingga menyebabkan penurunan 4,5% dalam tujuh hari terakhir, mencapai level terendah bulanan, yaitu US$ 65.000.

Penurunan akibat peningkatan penjualan BTC dari perusahaan penambangan BTC. Selaon itu dampak dari langkah bank sentral Amerika Serikat (AS) alias Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi.

Pekan lalu, The Fed mengumumkan hanya akan memangkas suku bunga satu kali saja di 2024. Berubah dari sebelumnya target tiga kali pemangkasan. Bank sentral AS itu juga masih mempertahankan suku bunga stabil di 5,25%-5,5% di pertemuan bulan Juni, Rabu (12/6).

Menurut data Coinglass, komentar hawkish The Fed minggu lalu berdampak buruk pada perdagangan produk ETF Bitcoin spot di AS yang mengalami arus keluar sebesar US$ 580 juta pada periode perdagangan 10 – 14 Juni.

Menurut laporan CryptoQuant, jumlah BTC yang dikirim dari perusahaan penambangan menunjukkan Bitcoin ke bursa telah mencapai angka tertinggi dalam dua bulan terakhir. Mengindikasikan adanya peningkatan penjualan BTC. 

Menurut Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha, keputusan terbaru para penambang untuk melepaskan kepemilikan mereka terkait penurunan pendapatan setelah peristiwa halving. Dengan menurunnya biaya transaksi dan tetap tingginya hashrate jaringan, pendapatan penambang terus mengalami penurunan selama beberapa bulan terakhir.

Namun, berdasarkan pola historis, pendapatan rendah yang berkelanjutan dan hashrate yang tinggi dapat mengindikasikan potensi titik terendah pasar. “Pada akhirnya, hal ini menunjukkanpasar Bitcoin mungkin sedang mencapai stabilitas atau bersiap untuk kembali melanjutkan momentum bullish,” terang Panji, dalam rilis ke FinTechnesia, hari ini, Selasa (18/6).

Baca juga : Bitcoin Menguat di Atas US$ 72.000, Ini Faktornya

Dalam tiga hari terakhir BTC belum mampu bergerak melampaui MA-100 dengan beberapa kali sempat turun ke level US$ 65.000.

“Saat ini, BTC masih bergerak dalam pola cup and handle dan jika dapat rebound potensi kembali naik dengan target terdekat ke MA-20 di US$ 68.200. Sementara, jika breakdown di bawah US$ 65.000, maka potensi lanjut melemah menuju ke area support di US$ 64.000 dan support selanjutnya di US$ 60.000,” terang Panji.

Sementara, terdapat hari libur pada hari Rabu di AS dan laporan ekonomi minggu ini berpotensi tidak akan berdampak signifikan pada pasar aset kripto.

Laporan penjualan ritel bulan Mei akan dirilis pada hari Selasa (18/6), memberikan informasi mengenai belanja konsumen pada barang-barang tahan lama dan tidak tahan lama, yang membantu mengukur kesehatan perekonomian, kebiasaan belanja konsumen, dan tekanan inflasi dari sisi permintaan.

Laporan produksi industri AS juga akan dirilis pada tanggal Selasa (18/6) waktu setempat. Namun hal ini berdampak kecil pada pasar dan aktivitas perdagangan yang lebih luas.

Laporan PMI Manufaktur Global S&P bulan Juni akan dirilis pada hari Jumat (21/6). “Data ini menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap total PDB dan dianggap sebagai indikator penting kondisi bisnis dan iklim perekonomian secara keseluruhan di AS,” tutup Panji. (kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER