Selasa, 23 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Rupiah Terus Melemah, BI Pertahankan BI Rate

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Saat rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 19-20 Juni 2024 memutuskan mempertahankan bunga. “BI rate sebesar 6,25%, suku bunga deposit facility sebesar 5,5%, dan suku bunga lending facility sebesar 7%,” papar Perry Warjiyo, Gubernur BI, hari Ini, Kamis (20/6).

Keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter pro-stability sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.

Kebijakan ini didukung penguatan operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar rupiah dan masuknya aliran modal asing. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga : Bank Indonesia (BI) Putuskan Pertahankan BI Rate Tetap 6%, Begini Pertimbangannya

Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga. Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.

BI terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global (alo)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER