Jumat, 19 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Harga Bitcoin Terus Tertekan Penjualan, Begini Prospeknya

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Harga Bitcoin (BTC) terpantau turun di bawah US$ 65.000 pada Jumat pekan lalu. Penyebabnya fluktuasi pasar dan tekanan jual yang meningkat. Ada beberapa yang menekan harga Bitcoin jauh lebih dalam sehingga mampu menembus level support US$ 65.000

Data ekonomi Amerika Serikat (AS) terkait pasar tenaga kerja dan perumahan menunjukkan perlambatan ekonomi. Klaim pengangguran awal AS turun menjadi 238.000. Menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil dan mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Fed pada bulan September 2024.

Data ini menyebabkan meningkatnya imbal hasil US Treasury 10-tahun. Mencerminkan ketidakpastian mengenai penurunan suku bunga The Fed pada bulan September, naik sebesar 48 basis poin menjadi 4,263%.

Selain itu, aktivitas whale yang diketahui memindahkan aset BTC antar wallet membuat sentimen negatif. Dalam data onchain, terpantau ada transaksi besar yang berjumlah 4.000 BTC atau sekitar US$ 259,4 juta yang dilakukan oleh whale untuk memindahkan Bitcoin miliknya ke wallet baru. Ini sering dianggap sinyal pergerakan harga signifikan yang akan datang dan diawasi oleh para pelaku pasar.

Demikian pula, aktivitas pemerintah Jerman baru-baru ini juga berdampak pada pasar. Pemerintah telah memasukkan 1.700 BTC atau sekitar US$ 110,88 juta ke dalam bursa seperti Coinbase, Kraken, dan Bitstamp sambil mempertahankan 47.179 BTC atau sekitar US$3,06 miliar. Pergerakan ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan penjualan besar-besaran yang dapat mengubah harga pasar.

Pada saat yang sama, data Lookonchain juga mengungkapkan, 9 ETF secara kolektif telah menjual 1.290 BTC yang berarti penurunan kapitalisasi pasar sebesar US$ 83,7 juta. Aksi jual ini mungkin juga berkontribusi terhadap tekanan pada harga Bitcoin.

Baca juga : Bitcoin Menguat Pasca Halving, Pasar Mewaspadai Data Ekonomi Pekan ini

Selain itu, ETF Bitcoin Fidelity mengurangi kepemilikannya dengan jumlah yang sama yaitu 1.290 BTC. Sehingga totalnya menjadi 168.862 BTC senilai US$ 10,95 miliar.

“Beberapa bulan terakhir, kami telah mengikuti kinerja ETF sehubungan dengan harga Bitcoin. Tren yang muncul adalah ketika arus keluar melonjak, Bitcoin jatuh atau kesulitan menemukan arah dan pada akhirnya berkonsolidasi,” papar Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, Jumat (21/6).

Arus keluar yang terus-menerus sejak pekan lalu, setelah pertemuan FOMC dan sikap hawkish The Fed terhadap penurunan suku bunga, membuat nilai kumulatif total arus masuk bersih ETF Bitcoin telah turun menjadi US$14,81 miliar.

Jika sentimen gagal pulih, penurunan harga Bitcoin mungkin akan berlanjut hingga akhir minggu. Meskipun penurunan ini bukan penurunan yang besar, namun hal ini dapat menandai awal dari tren turun.

Sentimen Crypto Fear & Greed Index juga mengalami kemunduran. Terpantau pada Jumat (21/6) berada pada kategori Greed dengan level 63 poin, turun dari sepekan sebelumnya di 74 poin.

Hal ini menunjukkan, tingkat optimisme di pasar kripto telah menurun dalam beberapa hari terakhir. Meskipun masih berada dalam kategori Greed, penurunan ini menandakan bahwa pelaku pasar mulai lebih berhati-hati dan mungkin mengantisipasi volatilitas yang lebih tinggi di masa mendatang. (kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER