Jumat, 19 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Bitcoin Sempat Turun di Bawah US$ 60.000, Berikut Faktor Penyebabnya

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Pekan terakhir bulan Juni 2024 sekaligus menjelang penutupan kuartal II 2024, harga Bitcoin dan Ethereum menghadapi kemerosotan. Penurunan sudah beberapa pekan terakhir, setelah mengalami kenaikan besar-besaran sejak September 2023 lalu. 

Menurut data Coinglass, pada kuartal I 2024 BTC ditutup naik 68,68%. Sementara, menjelang penutupan kuartal II 2024 ini BTC turun sebesar  15,79%. 

Senin (24/6) malam BTC sempat anjlok di bawah US$ 60.000 hingga turun ke US$ 58.438 sebelum akhirnya kembali naik ke level US$ 60.370 pada Selasa (25/6). 

“BTC kembali naik di atas support US$ 60.000 dan menunjukkan potensi penguatan terbatas menuju US$ 62.000. Namun, jika kembali melemah hingga gagal bertahan di atas support US$ 60.000, BTC dapat turun ke area support berikutnya di level US$ 57.000,” kata Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha, dalam rilis ke FinTechnesia, Selasa (25/6).

Baca juga : Hingga April 2024, Pemerintah Mengumpulkan Rp 689,84 Miliar dari Pajak Kripto, Tokocrypto Setor Rp 45 Miliar

Saat ini, harga BTC turun 18,14% dari harga tertinggi sepanjang masa (all time high) di US$ 73.750 dan ETH sebesar 18,15% dari harga tertinggi tahunan US$ 4.093. Demikian pula, pasar kripto turun 18,77% dari level tertinggi tahunan US$ 2.721 Triliun pada Maret 2024.

Gejolak pasar kemungkinan dipicu oleh beberapa faktor seperti kekhawatiran pasar meningkat. Ini setelah Mt. Gox bursa kripto Jepang yang diretas lebih dari satu dekade lalu mengumumkan akan memulai pembayaran Bitcoin dan Bitcoin Cash kepada krediturnya mulai pada bulan Juli nanti. Sehingga menimbulkan kekhawatiran potensi lonjakan pasokan BTC dan BCH ke pasar. 

Selain itu, perdagangan ETF Bitcoin spot pekan lalu ditutup dengan arus keluar sebesar US$. 544,1 juta. Investor institusi, yang berhati-hati terhadap volatilitas pasar dan ketidakpastian peraturan, menyesuaikan posisi mereka dalam produk investasi terkait Bitcoin. 

Meskipun data CPI baru-baru ini menunjukkan sedikit penurunan inflasi, kekhawatiran mengenai tingkat inflasi yang kembali mengingat masih di atas target Federal Reserve di angka 2%. Tingkat inflasi yang tinggi mempengaruhi ekspektasi pasar mengenai kebijakan moneter The Fed, sehingga berdampak pada penilaian aset di pasar kripto. 


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER