Jumat, 19 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Ajaib Kripto: Rebound Awal Juli, Bitcoin Sempat Naik ke Level US$ 63.800

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Pekan lalu, harga Bitcoin (BTC) turun di bawah US$ 59.000. Menandai penurunan mingguan terburuk kedua di pasar kripto tahun ini. Akhirnya BTC rebound dengan naik lebih dari 6% dalam periode 28 Juni hingga 1 Juli. Yakni dari angka US$ 60.000 ke US$ 63.800 untuk pertama kali dalam sepekan terakhir.

Sebelumnya, sebagian besar penurunan akibat ketakutan transaksi jual BTC pemerintah Jerman. Juga kekhawatiran tentang kreditor Mt. Gox yang menjual Bitcoin dalam jumlah besar selama proses pengembalian aset dari Mt. Gox yang akan dimulai pada bulan ini. 

Pada perdagangan ETF Bitcoin spot pekan lalu, terjadi outflow sebesar US$ 174,5 juta pada 24 Juli. Namun, empat hari perdagangan berikutnya, dari 25 Juni hingga 28 Juni, terjadi inflow sebesar US$ 137,2 juta.

Baca juga : Akhirnya Nilai Bitcoin Tembus Rp 1 Miliar, Muncul OKB dan Ingat Pajak Kripto

Selain itu, meningkatnya ketidakstabilan di pasar tradisional telah menarik masuknya pemain baru yang signifikan ke dalam ekosistem Bitcoin. Sehingga memperkuat kepercayaan investor.

Dari sisi yang lebih positif, manajer investasi VanEck sangat yakin, situasi peraturan untuk kripto di Amerika Serikat (AS) pasti akan membaik dengan telah disetujuinya ETF Bitcoin dan Ethereum dalam enam bulan terakhir. Sehingga mereka telah mengajukan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Solana pada 27 Juni lalu. 

Pasar sedang antisipasi terhadap dimulainya perdagangan  produk exchange-traded fund (ETF) Ethereum spot di AS yang awalnya diprediksi dimulai tanggal 4 Juli mengalami kendala. Informasi terbaru, peluncuran ini mungkin akan tertunda hingga pekan kedua bulan Juli, setelah tanggal 8 Juli.

Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mengatakan, perdagangan ETF spot Ethereum yang akan datang di AS diperkirakanmemicu gelombang sentimen bullish. “Dengan miliaran dolar yang siap memasuki ekosistem Ethereum dalam beberapa bulan mendatang,” kata Panji, dalam rilis ke FinTechnesia, Selasa (2/7). (kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER