Jumat, 19 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Pencabutan Izin Usaha Kresna Life dan Perintah Tertulis OJK Sudah Sesuai Ketentuan, Untuk Lindungi Konsumen

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa langkah pencabutan izin usaha PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) serta pemberian Perintah Tertulis kepada pihak-pihak tertentu pada 23 Juni 2023 sudah berdasarkan pada peraturan pengawasan yang tepat.

Berbagai langkah tersebut juga bertujuan untuk melindungi konsumen dari kerugian yang semakin besar. Serta mencegah bertambahnya masyarakat calon konsumen baru yang dirugikan. 

Pencabutan ijin usaha Kresna Life didahului oleh proses pengawasan OJK dalam waktu yang cukup panjang dengan pemeriksaan langsung maupun tidak langsung. Hasilnya, menemukan adanya konsentrasi investasi dana asuransi Kresna Life pada saham-saham yang dinilai terafiliasi grup Kresna.

“Lalu pencatatan kewajiban yang lebih kecil dari seharusnya, menyebabkan rasio solvabilitas (risk based capital) lebih rendah dari ketentuan,” terang Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi, Aman Santosa; Jumat (5/7).

Sebelum melakukan pencabutan izin usaha, OJK telah memberikan kesempatan perbaikan cukup panjang untuk mendorong Kresna Life segera memperbaiki kondisi keuangannya. OJK juga secara konsisten menerbitkan sanksi-sanksi untuk setiap jenis pelanggaran ketentuan yang terjadi secara bertahap.

OJK telah memberikan waktu cukup kepada direksi maupun pemegang saham untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. Namun Kresna Life tidak mampu memenuhi rasio solvabilitas sesuai ketentuan. Dan tidak dapat menutup defisit keuangan melalui setoran modal oleh pemegang saham pengendali (PSP) atau mengundang calon investor. 

Dari hasil pemeriksaan, PSP Kresna Life tidak mengeluarkan dana segar untuk menyehatkan perusahaan. Pembayaran kepada pemegang polis, diklaim sebagai bukti tanggungjawab pemegang saham berasal dari aset Kresna Life yang telah ada.

Upaya penyehatan dengan menawarkan konversi kewajiban pemegang polis menjadi pinjaman subordinasi alias subordinated loan (SOL) dalam Rencana Penyehatan Keuangan tidak dapat dilaksanakan.

Baca juga : Izin Dicabut, OJK Tegaskan Lagi: Pemegang Saham dan Direksi Kresna Life Wajib Ganti Kerugian

Sebagian besar pemegang polis ymenolak dan tidak ada perjanjian konversi SOL yang sudah diaktanotariilkan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, hasil analisis atas program konversi SOL Kresna Life ke OJK menunjukkan masih adanya defisit yang harus ditutup dengan tambahan modal dari PSP. Namun permintaan OJK kepada PSP untuk menutup perkiraan sisa defisit setelah program konversi SOL dijalankan, tidak pernah dipenuhi.  

Pada faktanya, program SOL dari direksi bukan subordinate loan yang pada umumnya. Yakni merupakan pinjaman dari pemegang saham untuk memperbaiki kesehatan keuangan perusahaan bermasalah.

Apabila program konversi SOL Kresna Life terlaksana, kedudukan hukum pemegang polis jatuh tempo yang berhak atas pembayaran manfaat (klaim) asuransi akan menjadi pemberi pinjaman.

Dengan demikian, ekuitas perusahaan akan meningkat tanpa ada aliran dana segar yang masuk yang seharusnya menjadi tanggung jawab PSP untuk menyehatkan perusahaan.

Atas rencana program SOL Kresna Life, OJK telah berupaya memberikan pemahaman kepada perwakilan pemegang polis bahwa kedudukan dan hak pemegang polis dengan pemegang SOL atas aset Kresna Life berbeda.

Pemegang polis memiliki prioritas yang lebih tinggi. Sementara pemegang SOL secara hukum disejajarkan dengan pemegang saham. Yaitu sebagai pihak yang paling akhir memiliki hak atas aset perusahaan dalam likuidasi

Adapun pemberian Perintah Tertulis merupakan kewenangan OJK. Ini memerintahkan pihak-pihak tertentu untuk mengganti kerugian kepada Kresna Life akibat oleh tindakan pihak-pihak tertentu tersebut.

Penerbitan Perintah Tertulis merupakan salah satu upaya OJK melindungi konsumen. Mengingat indikasi tindakan pihak tertentu yang menyebabkan terjadi kerugian pada Kresna Life.

Mengenai putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negaea (PTTUN) Jakarta atas hasil banding OJK terhadap gugatan PT Duta Makmur Sejahtera dan Michael Steven, OJK menyatakan menghormati keputusan tersebut. OJK akan menempuh upaya hukum selanjutnya dengan mengajukan kasasi ke MA. (alo)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER