Alibaba Mencatat Sepuluh Tren Teknologi Sepanjang 2021

20

FinTechnesia.com | Alibaba DAMO Academy, inisiatif riset global Alibaba Group, merilis prediksi tren teknologi terbaru tahun 2021. Mula penggunaan material semikonduktor generasi ketiga, R&D obat dan vaksin yang digerakkan kecerdasan buatan (AI), hingga optimasi otomatis psistem manajemen data dan pertanian berbasis inteligensi data.

Terobosan teknologi diharapkan dapat mempercepat dan memberi dampak ekonomi untuk semua sektor dan masyarakat secara menyeluruh. Teknologi memainkan peran penting dalam memerangi pandemi sejak awal tahun lalu. Dan akan terus membentuk kembali masyarakat dan industri melalui model produksi yang inovatif dan layanan cerdas.

“Kami berharap bekerja sama dengan akademisi dan pelaku industri mempercepat eksplorasi batasan- batasan penelitian. Dengan harapan membuat teknologi yang lebih mudah diakses oleh berbagai macam bisnis. Berrsama-sama, kita menghadapi tantangan akibat pandemi dan mempercepat langkah ekonomi digital,” teranf Jeff Zhang, Head of Alibaba DAMO Academy dan Presiden Alibaba Cloud Intelligence

Berikut ini sorotan dari 10 prediksi tren teknologi teratas dari DAMO Academy di tahun 2021

Tren 1: Penggunaan bahan semikonduktor generasi ketiga, diwakili oleh GaN dan SiC, akan berkembang ke industri baru

Lima tahun ke depan, dunia akan menyaksikan bahan semikonduktor generasi ketiga bermunculan di berbagai bidang. Seperti stasiun pangkalan 5G, kendaraan yang menggunakan energi baru, pembangkit listrik tegangan ultra tinggi, dan pusat data.

Tren 2: Koreksi kesalahan kuantum dan utilitas praktis komputasi kuantum akan menjadi prioritas utama pada era pasca-supremasi-kuantum

Tahun 2020 investor di seluruh dunia berbondong-bondong beralih ke bidang komputasi kuantum, teknologi dan ekosistem terkait berkembang pesat. Selain itu banyak platform komputasi kuantum yang menjadi terkenal. Di tahun 2021, tren ini akan mendapat perhatian lebih dari seluruh lapisan masyarakat. Komputasi kuantum harus cukup bernilai agar bermanfaat. Lalu membuka jalan bagi koreksi kesalahan kuantum dan utilitas praktis, dua tonggak penting dalam komputasi kuantum.

Tren 3: Terobosan pada bahan berbasis karbon mendorong perkembangan alat elektronik fleksibel

Elektronik yang fleksibel memiliki kinerja stabil bahkan setelah terjadi perubahan bentuk mekanis seperti pembengkokan, pelipatan, dan peregangan. Teknologi ini banyak digunakan pada perangkat yang dapat digunakan (wearable device), skin elektronik, dan layar fleksibel. Beberapa tahun terakhir ini, perkembangan inovatif pada bahan berbasis karbon telah memungkinkan elektronik fleksibel melampaui kemampuan mereka sebelumnya..

Tren 4: Teknologi AI mempercepat R&D obat-obatan dan vaksin

Saat algoritme AI baru bermunculan dan daya komputasi mencapai tingkat baru, teknologi ini akan mempermudah penyelesaian R&D obat-obatan dan vaksin yang sebelumnya sangat memakan waktu dan mahal. Masyarakat luas menikmati perawatan medis dan obat-obatan yang lebih baik dengan lebih cepat.

Tren 5: Teknologi brain–computer interface (antarmuka otak-komputer) memungkinkan kita melampaui batas tubuh manusia

Antarmuka otak-komputer membentuk jalur komunikasi langsung otak dan perangkat eksternal yang dapat memperoleh, menganalisis, dan menerjemahkan sinyal otak untuk mengendalikan mesin. Di masa depan, teknologi antarmuka otak-komputer membantu mengendalikan tangan robot secara lebih baik dan membantu pasien yang sepenuhnya sadar tetapi tidak dapat berbicara atau bergerak untuk mengatasi keterbatasan fisik mereka.

Tren 6: Pemrosesan data akan menjadi independen dan dapat berkembang secara mandiri

AI dan machine learning akan diadopsi dalam berbagai bidang. Seperti pemisahan inteligensi data dingin dan panas, deteksi anomali, pemodelan cerdas, penjadwalan penyetelan parameter sumber daya, pembuatan data stress testing, dan rekomendasi indeks. Cara ini akan meminimalisir biaya untuk komputasi, pemrosesan, penyimpanan, dan O&M. Sistem pengelolaan data yang otonom dan berkembang secara mandiri akan segera tersedia.

Tren 7: Teknologi cloud-native akan membentuk kembali sistem TI

Beberapa contoh manfaat teknologi cloud-native meliputi pemisahan banyak lapisan komponen infrastruktur seperti jaringan, server, dan sistem operasi, mengurangi biaya komputasi, meningkatkan efisiensi teknologi, menurunkan hambatan untuk mengembangkan aplikasi di cloud, dan memperluas cakupan aplikasi cloud.

Tren 8: Pertanian akan didukung oleh teknologi inteligensi data

Analitik data besar dan AI mempercepat pemrosesan data pertanian dalam jumlah besar. Praktisi pertanian dapat memantau tanaman, menerapkan pembiakan yang presisi, dan mengalokasikan sumber daya lingkungan sesuai kebutuhan. Selain itu, teknologi seperti 5G, IoT, dan blockchain untuk mengontrol dan melacak pengangkutan produk pertanian, memastikan pengiriman yang aman dan dapat dipercaya. Dengan teknologi digital generasi baru ini, pertanian tidak harus sepenuhnya bergantung pada kondisi alam dan akan terbantu oleh analisis data yang cerdas.

Tren 9: Industri inteligensi data berkembang dari implementasi titik tunggal ke implementasi pada seluruh industri

Inteligensi industri umumnya lebih banak digunakan untuk memenuhi hanya sebagian saja, sehingga implementasinya menjadi mahal dan rumit, terisolasinya data di sisi pasokan, dan ekosistemnya yang belum matang. Setelah masa pandemi Covid-19 di awal tahun 2020, ketahanan ekonomi digital menarik perhatian perusahaan besar. Teknologi digital berkembang dan menyebar dengan cepat, dan lebih banyak investasi disuntikkan ke dalam pembangunan infrastruktur baru. Inteligensi industri akan muncul di setiap celah dan membantu pengambilan keputusan yang tepat guna di industri. Intelegensi industri akan berdampak pada skala besar. Penerapan berlaku untuk rantai pasokan, produksi, manajemen aset, logistik, dan penjualan.

Tren 10: Intelligent operations centers (pusat operasi cerdas) akan menjadi suatu keharusan bagi kota-kota di masa depan

Inisiatif kota pintar (smart city) pertama kali diluncurkan pada satu dekade lalu dan telah memicu peningkatan signifikan dalam tata kelola kota melalui teknologi digital. Namun, saat dunia menghadapi pandemi Covid-19, sejumlah kota pintar menghadapi tantangan. Dengan mempertahankan “digital twins” di kota, pusat operasi cerdas menganggap setiap kota sebagai sistem terpadu dan memberikan kemampuan layanan di seluruh kota. Pusat operasi cerdas akan menjadi infrastruktur digital kota di masa mendatang.(mrz)