Bayar Pesangon, Indosat Ooredoo Merugi Rp 317,6 Miliar

29

FinTechnesia.com | Indosat Ooredo mengumumkan kinerja keuangannya sepanjang semester I-2020. Hasilnya perusahaan telekomunikasi ini masih menderita rugi bersih

Mengutip laporan keuangan semester I-2020, Indosat Ooredoo mengalami rugi bersih sebesar Rp 317,6 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, rugi bersih itu turun Rp 321 miliar.

Penyebab kerugian adalah kenaikan beban. Salah satunya beban pesangon karyawan sebesar Rp 392 miliar. Emiten berkode saham ISAT ini sebenarnya mencatatkan kenaikan pendapatan.

Total pendapatan meningkat 9,4% menjadi Rp13,5 triliun, pendapatan seluler meningkat 11,8% menjadi Rp11,1 triliun. EBITDA mencapai Rp4,4 triliun atau meningkat 22,5%. Dan EBITDA margin tercatat sebesar 40,4% meningkat 4,3% dibanding tahun lalu.

Pelanggan seluler mencapai 57,2 juta pada akhir Juni 2020, meningkat 0,9% dibanding tahun lalu. Rata-rata pendapatan bulanan per pelanggan (ARPU) naik menjadi Rp 31.400 dari sebelumnya Rp 27.900 pada semester I 2019. Trafik data tumbuh sebesar 61% dibanding tahun lalu.

Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Abdulaziz A. A. Al-Neama, mengatakan, Indosat Ooredoo telah mempertahankan momentum pertumbuhan dan memberikan kinerja yang solid. Meskipun ada rintangan yang disebabkan pandemi COVID-19.

“Kami menyadari tangung jawab Indosat Ooredoo membantu masyarakat tetap terhubung. Kami mempercepat penggelaran jaringan agar memastikan ketersediaan dan keandalan jaringan,” katanya, Rabu (29/7). (sya)