Beli Saham Bank Mega, Grup Salim Rogoh Kocek Rp 2,95 Triliun

19

FinTechnesia.com | Setelah memiliki saham Bank Ina sebanyak 22,47%, Grup Salim meneruskan ambisinya di bisnis perbankan. Grup Salim resmi menjadi pemegang saham baru di Bank Mega. Sama seperti di Bank Ina, Grup Salim membeli saham Bank Mega lewat PT Indolife Pensiontama.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu, Salim melakukan transaksi pembelian saham Bank Mega secara bertahap, yakni tiga kali. Ketiga menjelang tutup tahun 2020 lalu.

Transaksi pembelian pertama sebanyak 304.610.691 saham pada 28 Desember 2020. Lalu sebanyak 22.624.595 saham keesokan harinya. Dan 30 Desember 2020 sbanyak 95.572.458 saham. Dengan transaksi ini, jumlah saham Indolife di Bank Mega setara dengan 6,07%.

Harga saham Bank Mega pada 30 Desember 2020 ditutup di level Rp7.200 per saham. Angkanya naik tipis dari perdagangan sebelumnya di level Rp 7.000 per saham. Dengan asumsi harga itu, transaksi Salim membeli saham Bank Mega sekitar Rp 2,95vtriliun.

Indolife Pensiontama merupakan perusahaan yang bergerak di sektor asuransi jiwa dan dana pensiun. Perusahaan ini memulai bisnisnya pada tahun 1991.

Atas transaksi tersebut, tidak mengubah komposisi saham PT Mega Corpora yang sebesar 58,02%. “Tapi menambah komposisi pemegang saham Bank Mega yang di atas 5%,” tulis Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, dalam keterbukaan tersebut. (mrz)