Bisa Layani Panggilan Hingga Jutaan, Customer Service Virtual Ini Lebih Irit 50%

23

FinTechnesia.com | Masa depan di depan mata. Tengok saja pemaparan startup pengembang teknologi kecerdasan buatan alias artifical intelligence (AI) yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

Ya, Neuro.net Inc memaparkan pandangannya terhadap masa depan bisnis-bisnis berbasis teknologi dan komunikasi. Yustin Noval, SEA Regional Business Development Manager Neuro.net mengatakan, Indonesia dan hampir sebagian besar negara di dunia telah melewati masa “tak terprediksi” di tahun 2020.

Kini, cara kerja masyarakat mengarah ke penggabungan gaya lama dan gaya baru. Pandemi mengubah dunia dan cara masyarakat berkomunikasi. Saat ini, cara berkomunikasi normal baru terbentuk. Mengkombinasikan teknologi lama dengan teknologi di era baru.

Memasuki babak baru di masa pandemi, kinerja bisnis di industri telekomunikasi kian menjadi sorotan. Ketergantungan masyarakat pada jasa internet dan konektivita meningkat seiring kebutuhan untuk bekerja dan belajar dari rumah serta akses ke tayangan hiburan di platform digital.

Yustin menyatakan, perusahaannya menerima peningkatan permintaan terhadap layanan contact center dari beberapa operator telekomunikasi di beberapa negara. “Perusahaan kami mencatat kenaikan trafik panggilan sampai 30% setiap bulannya. Banyaknya permintaan pelanggan membuat mitra kami juga harus siap ekstra melayani setiap panggilan dengan cepat dan efisien,” tuturnya, Rabu (31/3).