Buka Wilayah Pelosok, Pembangunan Palapa Ring Timur Terus Dikebut

25

FinTechnesia.com | Palapa Ring atau tol langit akan menghubungkan 514 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia telah terhubung dengan jaringan serat optik nasional dan tower microwave. Pemerintah berharap rampungnya proyek nasional Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) ini untuk pemerataan akses telekomunikasi dan informasi diseluruh Indonesia bisa terwujud. Khususnya daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) dan memutus ketimpangan digital.

Palapa Ring terbagi menjadi tiga paket tahap. Yakni Palapa Ring Barat meliputi Riau dan kepulauan Riau (sampai Natuna) yang rampung digelar pada Maret 2018. Palapa Ring Tengah mencakup Kalimantan. Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai kepulauan Sangihe-Talaud) selesai digelar Desember 2018. Terakhir Palapa Ring Timur menjangkau Nusa Tenggara Timur (NTT) Maluku, Papua Barat dan Papua telah selesai konstruksi.

Palapa Ring Timur merupakan proyek paling besar dari antara dua proyek lain. Dengan total panjang kabel serat optik darat (inland) 2.453 km dan kabel serat optik laut (submarine) membentang 4.426 km. SPalapa Ring Timur juga dilengkapi konstruksi 52 menara tower microwave dan 49 unit HOP, agar menjangkau 35 kabupaten/kota yang melalui 4 provinsi.

Pada tol langit paket timur ini terdapat 9 proyek yang sedang berjalan, yaitu proyek 9 sampai proyek 17. Hingga September 2020 total utilisasi dari ke 9 proyek mencapai 14% untuk utilisasi fiber optic dan 45% untuk utilisasi microwave.

Rendahnya utilisasi yang dialami oleh Palapa Ring Timur saat ini lantaran beberapa sebab. Pertama, kurangnya peran penyedia layanan telekomunikasi. Palapa Ring Timur hanyalah penyedia backbone serat optik. Guna menghadirkan akses internet cepat bagi masyarakat dibutuhkan peran operator telekomunikasi. Sayang kebanyakan operator yang ada di Indonesia memiliki banyak pertimbangan sebelum masuk ke suatu area komersial baru.