ChatAja Menargetkan Dua Juta Pengguna Hingga Akhir Tahun 2020

18

FinTechnesia.com | ChatAja, aplikasi pesan instan berbasis cloud buatan Indonesia genap berusia setahun di bulan September 2020 ini. Sudah ada 500.000 pengguna dari Sabang sampai Merauke.

Awalnya pada September 2019, untuk menghadirkan aplikasi pesan instan yang lebih aman dan nyaman bagi pegawai BUMN dan ASN, Reza Akhmad Gandara, Co-Founder & CEO ChatAja, bersama tim meluncurkan aplikasi ChatAja versi beta, didukung perusahaan telekomunikasi Indonesia. Sejak diluncurkan, ChatAja berfokus pada keamanan dan kedaulatan data. Maka, penggunaan server berbasis di Indonesia dan fitur Berkas Rahasia, sebuah layanan pesan terenkripsi untuk mengamankan pesan penting.

Pada versi betanya ChatAja menghadirkan fitur Cloud Native. Fitur ini meringankan beban penyimpanan di telepon selular serta mengurangi kebutuhan backup data. Fitur Jelajah versi awal juga turut diluncurkan pada versi ini.

Melalui Jelajah, pengguna dapat menikmati sajian berita juga game melalui akun resmi. ChatAja juga menghadirkan fitur bot builder dan bot API. Fitur ini memanjakan prosumers (pengguna tingkat lanjut) yang ingin menciptakan chatbot versi mereka sendiri.

Pada14 Februari 2020 ChatAja akhirnya meluncurkan aplikasinya secara resmi ke khalayak umum di Google Play Store dan Apple Appstore. ChatAja juga memperbarui akun resmi di fitur Jelajah. Termasuk meluncurkan layanan konseling gratis, Simply, hasil kolaborasi dengan Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia.

Kemudian ChatAja terus mengembangkan aplikasinya dimulai dari kerjasama dengan Mojitok (Korea) sebagai penyedia stiker untuk fitur Stiker ChatAja. Dan kerjasama dengan sejumlah portal lowongan pekerjaan dari Indonesia untuk meluncurkan ChatAja Jobs di fitur Jelajah pada bulan Februari 2020.