Dalam Dua Tahun, Igloo Targetkan Polis Melonjak Tiga Kali Lipat

27

FinTechnesia.com | Igloo, perusahaan insurtech Asia Tenggara telah mendistribusikan lebih dari 50 juta polis sejak Maret 2019. Perusahaan juga mengalami peningkatan gross premium lebih dari tiga kali lipat sejaa berdiri.

Selain itu, Igloo menambahkan tiga mitra strategis sebagai hasil dari akselerasi digital dan lonjakan permintaan e-commerce. Dengan peningkatan pengguna digital sebesar 36% di Indonesia selama pandemi.

Mitra-mitra baru tersebut adalah perusahaan ritel furnitur dan perabotan rumah Fabelio, perusahaan pengiriman on-demand dan sameday Lalamove, dan salah satu platform digital logistik terbesar di Indonesia Ritase.

Kemitraan ini menjadi penutupan tahun yang kuat bagi Igloo. Yakni total 10 kemitraan di Indonesia, dari 20+ di seluruh Asia Tenggara. Kemitraan dengan Fabelio, Lalamove dan Ritase memungkinkan Igloo memperluas keragaman penawaran produk.

Sejak November 2020, produk garansi dua tahun dimiliki Fabelio didukung oleh perlindungan asuransi Igloo hingga Rp 10 juta. Pelanggan Ritase juga akan menikmati perlindungan asuransi transit hingga Rp 5 miliar. Pelanggan Lalamove bisa juga memilih perlindungan asuransi transit hingga Rp 100 juta. Dengan premi mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 30.000.

Chief Commercial Officer Igloo, Raunak Mehta mengungkapkan, tahun 2020 merupakan tahun krusial bagi Igloo Kemitraan strategi dengan Fabelio, Lalamove, dan Ritase, akan mempercepat proses dalam membantu mengatasi kesenjangan asuransi di Indonesia.

“Kami terus melihat angka peningkatan pelanggan yang beralih ke digital, kami berharap dapat menawarkan mereka polis yang lancar dan mudah yang mendukung gaya hidup baru mereka,” kata Raunak, Selasa (26/1).

Penawaran produk baru tersebut menambah daftar penawaran terpilih Igloo. Sseperti proteksi elektronik, asuransi isi rumah, perpanjangan garansi, asuransi bencana, proteksi COVID-19, dan biaya rawat inap.

Penawaran-penawaran ini tak bisa terwujud tanpa kemitraan dengan kemitraan lain. Seperti asuransi COVID-19 yang didistribusikan lewat platform e-commerce Blibli dan Bhinneka di bulan Mei.

Perusahaan insurtech ini berharap muncul lebih banyak asuransi mikro yang fokus kepada e-commerce selama 2021 karena perubahan kebiasaan gaya hidup pelanggan selama pandemi.

Igloo menargetkan peningkatan angka polis hingga tiga kali lipat melalui platform mereka di Indonesia dalam dua tahun ke depan. Perusahaan berencana meluncurkan asuransi untuk penyakit tunggal, kendaraan, bisnis, keamanan internet, e-wallet, dan hewan peliharaan pada pertengahan tahun depan.

Maka, Igloo sedang mencari lebih banyak peluang kemitraan dan talenta ketika mereka memperluas tim mereka untuk mendukung permintaan. Termasuk kemitraan dengan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia pada awal 2021.

Country Manager Igloo Indonesia, Pradityo Anggoro Kusumo mengatakan, Indonesia memiliki tingkat literasi asuransi rendah. “Kami berharap meningkatkan kesadaran bagaimana asuransi bisa terjangkau dan mendukung aktivitas sehari-hari.” kata Pradityo.

Sejak pendanaan Seri A+ pada April 2020, Igloo telah menambah timnya hingga 50% untuk mendukung teknologi yang melayani permintaan asuransi mikro. Perusahaan ini juga sedang mencari investor strategis untuk babak pendanaan mereka berikutnya, yang diharapkan ditutup pada kuartal pertama 2021.

Mitra Igloo saat ini mencakup layanan e-commerce, perjalanan, telekomunikasi dan finansial seperti Bukalapak, Shopee, RedDoorz, foodpanda, Bhinneka, UnionBank of the Philippines, Shippit, AIS, Viettel dan Mobifone untuk membantu mendistribusikan polis asuransi yang berbeda. Di bidang asuransi, Igloo telah bekerja dengan sembilan pemain asuransi terkenal di seluruh wilayah. Seperti Allianz, Cigna, MSIG, PetroVietnam Insurance, dan Sompo. (mrz)