Dampak Pandemi, Keuntungan Bank Danamon Merosot 72,9% Menjadi Rp 1 Triliun

14

FinTechnesia.com | Dampak pandemi merata Tengok saja Bank Danamon di tahun lalu mencatatkan laba bersih senilai Rp 1 triliun.

Pencapaian tersebut anjlok 72,998% year on year (yoy) dibanding kinerja di 2019. Saat itu tercatat laba bersih perusahaan senilai Rp 3,7 triliun.

Yasushi Itagaki, Direktur Utama Bank Danamon menyatakan, tahun 2020 memberikan tantangan bagi industri perbankan. Bank Danamon membukukan pertumbuhan kredit yang kuat di segmen enterprise banking melalui kolaborasi dengan MUFG Group.

“Pelaksanaan prosedur penilaian risiko prudent, serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin memperbaik NPL di posisi 2,8% serta pencadangan yang lebih kokoh,” terang Yasushi, Kamis (18/2).

Fokus pada beberapa inisiatif penting di tahun 2020 tercermin secara positif pada kualitas aset yang
sehat dan pendanaan yang kuat. Implementasi tersebut diantaranya peningkatan pada infrastruktur digital, restrukturisasi kredit serta peningkatan dalam layanan secara keseluruhan.

Enterprise banking terdiri dari segmen korporasi dan perbankan komersial, serta institusi keuangan yang naik 25% menjadi Rp 54 triliun.

Bank Danamon juga membukukan pertumbuhan pada giro dan tabungan atau current accounts and
savings 
(CASA) sebesar 18% dibanding akhir tahun 2019 menjadi Rp 66 triliun. Dengan demikian, rasio
CASA meningkat menjadi 52,3%.

Dalam momentum pemulihan ekonomi, Bank Danamon dan MUFG Group akan kembali melaksanakan Business Matching Fair. Yakni mempertemukan nasabah korporasi dan komersial perbankan dari Indonesia dengan calon mitra usaha dari luar negeri sebagai bagian dari layanan
kepada nasabah.

Dalam segi pembiayaan otomotif, Adira Finance, anak usaha Bank Danamon, membukukan pinjaman sebesar Rp 44 triliun pada tahun 2020. Meskipun terjadi tren penurunan pada industri otomotif, Adira
Finance mampu mencetak pertumbuhan kuartalan dalam penyaluran pinjaman baru sebesar 67% pada kuartal keempat 2020 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Akhir tahun 2020, rasio kredit bermasalah atau NPL tercatat membaik 20 bps di posisi 2,8% dibanding akhir tahun 2019. Di saat yang sama, Bank Danamon meningkatkan provisi, dimana NPL coverage ratio tercatat mencapi rekor tertinggi sebesar
200%.

Bank Danamon bersama Adira Finance terus membantu nasabah yang terkena dampak COVID-19 melalui restrukturisasi kredit sesuai arahan regulator. Pada akhir Desember 2020 tercatat sekitar 65% dari total nasabah restrukturisasi memasuki fase pembayaran normal. Sementara loan deposit ratio (LDR) pada posisi 84%. (yof)