Dampak Pandemi, Laba Bersih di 2020 Maybank Turun Menjadi RM 6,48 Miliar

14

FinTechnesia.com | Maybank, bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset, mengumumkan laba bersih sebesar RM 6,48 miliar di tahun 2020. Melorot dibandingkan RM 8,2 miliar pada tahun sebelumnya,

Penurunan sehubungan grup keuangan ini harus membukukan secara signifikan net impairment loss lebih tinggi disebabkan dampak lanjutan dari pandemi COVID-19. Laba sebelum pajak (PBT) untuk tahun ini turun menjadi RM 8,66 miliar dari RM 11,01 miliar pada tahun sebelumnya.

Pendapatan berbasis biaya meningkat 12,3% secara tahunan year on year (yoy) menjadi RM 8,11 miliar. Terutama dari pendapatan asuransi dan investasi bersih yang lebih tinggi karena mampu mendapatkan keuntungan dari return yang lebih baik.

Presiden & CEO Grup Maybank, Datuk Abdul Farid Alias berharap, momentum ekonomi terangkat setelah kampanye vaksinasi digulirkan secara lebih komprehensif. “Kami sedang mempersiapkan, beberapa inisiatif digital untuk memberikan pengalaman pelanggan generasi berikutnya. Akan diluncurkan kepada nasabah kami tahun ini,” kata Abdul Farid, Senin (1/3).

Sementara Maybank Indonesia membukukan laba setelah pajak dan kepentingan non pengendali sebesar Rp 1,3 triliun di tahun 2020 dibandingkan Rp 1,8 triliun sebelumnya. Penurunan lantaran peningkatan penyisihan kerugian sebesar 16,5% yang disebabkan bank mengambil langkah konservatif pada hampir semua segmen portofolio bisnis yang disebabkan pandemi. (mrz)