Di Tengah Pandemi, Bank DBS Indonesia Memberikan Akses Modal untuk Nasabah Korporasi

28

FinTechmesia.com | Pandemi membutuhkan upaya seluruh masyarakat untuk bergotong-royong dalam mengatasinya. Mengutip CEO DBS Group, Piyush Gupta, meskipun jalan di depan tidak akan mudah, kita dapat melaluinya. “Bersama-sama, kita menempa jalan ke depan,”kata Piyush, Selasa (15/9).

Dos Ni Roha telah menjadi nasabah korporasi Bank DBS Indonesia sejak tahun 2014. Dan mendapatkan bantuan fasilitas modal kerja dari Bank DBS Indonesia.

Bukan hanya dukungan permodalan, Bank DBS Indonesia memberikan layanan perbankan untuk mempermudah operasional finansial Dos Ni Roh. Yakni melalui fasilitas bank guarantee dan account payable financing.

Dos Ni Roha juga menggunakan fasilitas layanan perbankan digital DBS IDEAL, untuk berbagai layanan keuangan perbankan. Seperti pembayaran gaji karyawan. Karyawan Dos Ni Roha juga menggunakan digibank by DBS untuk penerimaan gaji tersebut.

Rudy Tanoesoedibjo, pemilik dan CEO Dos Ni Roha, fasilitas dan pasokan medis terbesar di Indonesia membeli usaha ini sepuluh tahun yang lalu. Dan membuatnya menjadi perusahaan besar seperti sekarang ini.

Dos Ni Roha mendistribusikan fasilitas dan pasokan kesehatan mulai dari vitamin, hand sanitizer, alat tes cepat Covid-19 hingga ventilator ke seluruh Indonesia. Perusahaan ini memiliki 47 kantor cabang dan 3.000 karyawan yang melayani 10.000 toko yang terdiri dari apotek, klinik dan laboratorium, toko kelontong, supermarket, dan 95% rumah sakit di 463 kota di Indonesia.

Meskipun sejak pandemi permintaan tinggi, dan barang sulit didapatkan di pasar, Rudy memastikan agar harga tetap sama seperti sebelum pandemi. Semua barang serta distribusi ke seluruh wilayah mulai dari pulau Sumatera hingga Papua tetap memuaskan.

Bahkan perusahaannya juga tidak melayani pembelian besar atau monopoli oleh satu atau beberapa entitas. “Tidak ada kota yang kami distribusikan kurang dari yang dibutuhkan,” ujar Rudy.

Oleh sebab itu, selama pandemi ini Rudy tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun memotong gaji mereka. Baginya, selama perusahaan masih bisa mempekerjakan karyawan maka tidak ada tekanan untuk restrukturisasi karyawan.

Kini permintaan untuk pasokan medis masih terus meningkat seiring dengan jumlah kasus positif yang terus bertambah di Indonesia. Sehingga, selain menumbuhkan bisnis mereka dan memenuhi kebutuhan permintaan yang meningkat, Dos Ni Roha juga mencari lebih banyak modal.

Bank DBS Indonesia melihat adanya kesamaan tujuan serta nilai bisnis dengan Dos Ni Roha. “Di tengah permintaan tinggi dan barang yang sulit didapatkan, Dos Ni Roha tetap berkomitmen memastikan agar harga tetap sama dan terdistribusi merata secara nasional. Tujuan bisnis mereka begitu kuat untuk dapat membantu pemerintah menghadapi keterbatasan pasokan medis di tengah pandemi ini,” ujar Direktur Corporate Banking Bank DBS Indonesia, Kunardy Lie. (yof)