Dua Tahun Beroperasi, OYO Tetap Optimistis Pada Industri Hotel di Indonesia

24

FinTechnesia.com | Dua tahun berlalu sejak resmi beroperasi pada Oktober 2018 silam, OYO memperkuat pondasi dan ekosistem bisnis. Selama beroperasi 2 tahun ini, OYO telah membukukan lebih dari 5,5 juta pemesanan. Dan membuka lebih dari 20.000 lapangan pekerjaan bidang hospitality.

Data internal OYO juga mencatat membaiknya performa hotel OYO di Indonesia secara perlahan. Dengan tingkat okupansi per bulan Agustus 2020 meningkat sebanyak 70% dari titik terendah di bulan April 2020. Meskipun peningkatan tersebut masih di angka 60% dari tingkat okupansi normal sebelum pandemi.

Agus Hartono Wijaya, Country Head OYO Indonesia mengungkapkan, selama kurang lebih 2 tahun di Indonesia, OYO telah berhasil mencapai lebih dari 3.000 properti dan 45.000 kamar yang tersebar di lebih dari 150 kota di penjuru Indonesia. Dengan sebanyak 3,3 juta tamu setia OYO.

“Di tahun ketiga kami akan terus menyempurnakan seluruh ekosistem kami. Sehingga menghadirkan pelayanan lebih baik dan inovatif bagi para tamu, serta memberikan nilai tambah serta hasil yang terbaik bagi mitra pemilik aset dan karyawan kami,” ungkap Agus, Rabu (28/10).

Pandemi menekan Industri hospitality secara signifikan. Namun, OYO dengan teknologi sebagai DNAnya mampu merespons dengan memperkuat operasional di skala lokal. Serta memberikan pengalaman menginap lebih aman, seamless, dan contactless.

Komitmen ini diwujudkan melalui beberapa inisiatif seperti Sanitized Stay. Termasuk fitur check-in dan check-out tanpa sentuhan, serta integrasi e-wallet OVO dan Go-Pay di aplikasi OYO. Semua memastikan penerapan protokol kesehatan dan keselamatan dalam operasional hotel secara komprehensif mulai dari proses check-in hingga check-out.

Sejak diluncurkan pada bulan Juni lalu, saat ini sebanyak lebih dari 865 properti mitra OYO di Indonesia telah mengikuti pelatihan dan menerapkan protokol tersebut. Sehingga mendapatkan label dan logo “Sanitized Stay” di aplikasi OYO. (eko)