Fintech Akan Terus Berkembang, Industri Harus Bisa Seimbangkan Tata Kelola dan Inovasi

21

FinTechnesia.com | Industri financial technology (fintech) Indonesia diperkirakan terus berkembang. Menurut Laporan Annual Member Survey Asosiasi FinTech Indonesia (Aftech) terbaru tahun 2019/2020, pertumbuhan tersebut didukung jumlah penduduk usia kerja yang tinggi, penetrasi internet yang berkembang pesat (termasuk pengguna ponsel dan media sosial), banyaknya kelompok masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan (underbanked dan unbanked) serta lingkungan regulasiyang kondusif dan peningkatan investasi di sektor fintech.

Pertumbuhan industri tersebut ditunjukkan oleh semakin banyaknya pemain berlisensi, ragam solusi jasa keuangan serta adopsi di pasar. Ketika pandemi COVID-19 menerpa perekonomian Indonesia, cara hidup, bekerja dan bertransaksi masyarakat berubah menjadi lebih digital. Pembayaran digital membantu lebih banyak pengguna dalam melakukan transaksi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sedangkan pinjaman online terus memberikan akses keuangan.

Berdasarkan statistik Bank Indonesia (BI), jumlah instrumen e-money di Indonesia terus bertambah. Pada bulan April lalu, jumlahnya instrumen e-money menyentuh titik tertinggi dan mencapa 412.055.870.

Akumulasi penyaluran pendanaan melalui pinjaman online terus tumbuh. Menurut OJK, pada Juni 2020 jumlahnya mencapai Rp 113,46 triliun atau senilai US$ 7,6 miliar. Naik 153,23% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Transformasi digital akan terus berkembang. Pengguna dan konsumen fintech akan semakin bertambah di tahun-tahun mendatang. Industri harus mengedepankan dan mengembangkan sistem yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mendorong kepatuhan dan tata kelola yang baik. Hal ini penting untuk memastikan perlindungan konsumen dan inovasi yang bertanggung jawab dari penyelenggara fintech di berbagai vertikal.

Laporan Annual Member Survey Aftech 2019/2020 juga menyoroti potensi fintech mendukung pemulihan ekonomi nasional. Terutama selama masa pandemi. Fintech mencuat sebagai salah satu alat untuk menyediakan dan melayani kebutuhan banyak orang.

Aftech menyadari menyeimbangkan inovasi dan tata kelola yang baik tidaklah mudah. Aftech
menyambut baik upaya pemerintah mendorong inovasi melalui regulasi light-touc dan kebijakan safe harbor policy.

Kolaborasi yang lebih kuat antara industri fintech dan pemerintah sangat penting untuk mencapai kondisi keseimbangan ideal antara pertumbuhan dan tata kelola. “Pada akhirnya akan menciptakan ekosistem keuangan digital yang bertanggung jawab dan mendukung pemulihan ekonomi nasional,” terang Ketua Umum Aftech, Niki Luhur, Kamis (10/9). (yof)