Fintech Bisa Mengambil Peran Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

20

FinTechnesia.com | Peran financial technology (fintech) masih bisa meningkat. Bhima Yudhistira, Ekonom dan Peneliti INDEF memaparkan, ada tiga peran yang bisa dimanfaatkan fintech dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Yaitu, fokus menumbuhkan literasi finansial, the internet of cash dan melakukan lebih banyak sinergi dengan perusahaan non-fintech. “Tahun 2021 feelingnya masih mix. Jadi masih banyak pengusaha yang masih mix,” ujar Bhima, dalam rilis, Jumat (5/3).

Bicara soal pemulihan ekonomi, Bhima membeberkan ada tiga sektor lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan ditengah pandemi, yaitu informasi dan komunikasi 10.58%, jasa keuangan dan asuransi 3.25%, dan pertanian sebesar 1.75%. Dengan demikian ketiga sektor ini dapat dioptimalkan dengan baik. Terutama perpaduan antara informasi dan komunikasi dengan jasa keuangan atau fintech.

Sekarang hanya 14% UMKM gabung ke platform digital. Sebanyak 86% banyak melakukan transaksi secara fisik. Jadi ini momentum UMKM yang mayoritas generasi X dan boomer menjalankan bisnis secara digital.

“Mereka mulai diajarin sama anaknya menggunakan smartphone yang baik, gimana bikin pinjaman di fintech tapi ke fintech yang responsible, fintech yang kredibel. Nah itu ke depan pandemi berlanjut atau selesai, kata Bappenas ini akan menjadi tren yang sifatnya permanen.” jelas Bhima. 

Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer (CRSO) Amartha menyatakan, tren ini adalah kesempatan Amartha mendorong visi dan misinya mewujudkan kesejahteraan merata di masyarakat piramida bawah. “Ini opportunity buat kita membantu para mitra usaha agar bertransformasi ke digital,” kata Aria.

Bhima menambahkan, sebanyak 68,5% fintech hanya berkolaborasi dengan kurang dari 5 institusi keuangan. Perlu akomodasi regulasi agar mempercepat kolaborasi fintech dengan perusahaan non-fintech. (yof)