Fitur Invest di Aplikasi OVO Permudah Investor Pemula Berinvestasi dan Menabung Dana Darurat

8

FinTechnesia.com | Berinvestasi menjadi kegiatan yang banyak dilakukan oleh masyarakat selama pandemi COVID-19. Kebanyakan dari mereka yang mulai berinvestasi di saat pandemi merupakan investor ritel atau investor yang berinvestasi dengan dana kecil.

Melihat animo masyarakat, OVO dan Bareksa belum lama ini memperkenalkan reksadana pasar uang Manulife OVO Bareksa Likuid (MOBLI) kelolaan Manulife Aset Manajemen Indonesia. Perencanaan keuangan, Philip Mulyana mengatakan, MOBLI bisa menjadi pilihan mengubah cara pikir masyarakat, khususnya kaum milenial, dalam berinvestasi.

Selama ini masih ada masyarakat yang beranggapan bila investasi membutuhkan dana yang besar. Philip menyebutkan, MOBLI bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi sekaligus menyiapkan dana darurat.

“Kita harus ubah cara berpikir bahwa investasi harus menunggu punya gaji besar baru investasi. Padahal, kenapa kita tidak mulai dari yang kecil dulu. Sekarang banyak instrumen investasi yang tidak mengharuskan untuk berinvestasi mulai dari jutaan rupiah, bisa mulai dari Rp 10.000. Intinya adalah mulai saja dulu,” papar Philip, Selasa (6/4).

Namun, Philip juga mengingatkan bila sebelum berinvestasi ada hal yang perlu diperhatikan yaitu arus kas. Kita harus tahu piramida perencanaan keuangan, di mana yang paling bawah adalah arus kas, lalu manajemen risiko dan diatasnya lagi adalah investasi. Arus kas adalah hasil pendapatan dikurangi pengeluaran. Selama jumlahnya positif berarti arus kas aman dan terjaga. Sayangnya banyak dari kita yang tahu pendapatan, tetapi tidak tahu pengeluaran,” terang Philiplagi.

Baca juga: Persiapan Masa Depan dan Efek Pandemi, Investor Pemula di Layanan Invest OVO Meningkat

Harumi Supit, Head of Corporate Communications OVO mengatakan, OVO ingin terus mendorong literasi dan inklusi investasi digital terutama bagi para investor pemula. “Penting bagi kami terus membantu pemerintah dan regulator untuk mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan. Karenanya kami terus berupaya melakukan literasi melalui rangkaian webinar terutama bagi investor pemula,” ungkap Harumi.

“Bagi OVO, fitur Investasi di aplikasi OVO merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendorong inklusi keuangan dengan membuka akses yang terjangkau, terpercaya, dan nyaman dalam pengelolaan investasi. Lewat fitur Investasi memungkinkan masyarakat untuk mulai berinvestasi dengan dana yang rendah,” tambah Harumi.

Dalam semakin mendorong pengguna untuk mulai mencoba berinvestasi, OVO juga menghadirkan promo pada layanan investasinya berupa cashback hingga 120,000 OVO Points yang mulai berlaku dari 25 Maret hingga 5 April 2021 lalu. (yof)