Gelombang Protes Meningkat, WhatsApp Memperpanjang Deadline Pembaruan Privasi

49

FinTechnesia.com | Meski sudah memberikan penjelasan, gelombang boikot dan beralih ke WhatsApp tetap membesar. Platform Telegram, Signal bahkan BiP buatan Turki menjadi favorit.

Protes tersebut terkait pembaruan kebijakan privasi. Dalam penjelasan tertulis Sabtu (16/1) WhatsApp menyatakan, mendapati banyak penggunanya yang merasa kebingungan karena pembaruan. “Kami juga mendapati banyak disinformasi yang beredar sehingga menimbulkan keresahan bagi para pengguna,” tulis WhatsApp.

Maka WhatsApp memutuskan memberikan perpanjangan waktu untuk pengguna meninjau dan menerima pembaruan ini hingga tanggal 15 Mei 2021. Tidak akan ada akun pengguna yang dihapus pada tanggal 8 Februari 2021.

Baca juga: Dituduh Membagikan Data ke Facebook, WhatsApp Angkat Bicara

Dalam periode ini, WhatsApp berupaya meluruskan disinformasi yang beredar. Agar pengguna memahami dengan jelas terkait pembaruan kebijakan privasi ini. 

“Kebijakan privasi WhatsApp baru tidak mempengaruhi chat atau percakapan antar akun maupun grup pribadi para pengguna kami. Pembaruan kebijakan privasi ini hanya berlaku untuk percakapan dengan akun Bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp,” terang WhatsApp. (hlm)