Gempa Goyang Majene dan Mamuju, Begini Kondisi Infrastruktur Telekomunikasi

27
BTS Telkomsel 4G LTE USO

FinTechnesia.com | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mengupayakan agar layanan telekomunikasi TelkomGroup tetap beroperasi normal pasca terjadinya gempa di wilayah Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Gempa magnitudo 6,2 skala richter terjad pada Jumat (15/1) dini hari pukul 2:28 WITA.

Saat ini kondisi jaringan backbone tetap beroperasi normal. Telkom sedang melakukan pengecekan pada jaringan akses.

Sementara itu untuk layanan seluler, beberapa BTS mengalami gangguan umumnya dikarenakan kendala catuan listrik yang terjadi. Kami terus melakukan pengecekan dan mempercepat perbaikan jika memang ditemukan adanya perangkat jaringan yang terdampak,” terang Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono, Jumat (15/1).

Terkait kondisi gedung pelayanan pelanggan dan Sentral Telepon Otomat (STO) Mamuju berdasarkan laporan sementara mengalami beberapa kerusakan. Bahkan STO Mamuju membutuhkan catuan genset sehubungan kendala catuan listrik di lokasi. “Mempercepat upaya identifikasi dan recovery, kami telah mengirimkan tim teknisi dari Parepare menuju Mamuju untuk melakukan pengecekan dan mempercepat perbaikan segera terhadap gangguan layanan yang terdampak,” ujar Pujo.

Saat ini Telkom telah memobilisasi genset mobile dari Donggala ke Mamuju. Selain itu, Telkom menyediakan internet gratis di Wifi Corner Kantor Daerah Pelayanan Telekomunikasi (Kandatel) Mamuju yang dimanfaatkan masyarakat dalam berkomunikasi dan mengakses informasi.

Sementara XL Axiata memastikan jaringan masih dapat beroperasi dan digunakan masyarakat. Hanya beberapa titik yag terdampak karena pemadaman listrik dari PLN yaitu 18 BTS di Kabupaten Majene, 12 BTS di Kabupaten Mamuju Utara dan 39 BTS di Kabupaten Mamuju.

Saat ini tim teknis XL Axiata berada di lapangan guna mengantisipasinya dengan menyalakan genset dan mengecek semua infrastruktur jaringan yang ada di sana. “Selain itu, tim dari pusat monitoring telah melakukan rekayasa jaringan agar layanan untuk pelanggan tetap bisa terjaga,” kata Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communications XL Axiata.

Apalagi, di saat bencana seperti ini, layanan telekomunikasi dan data sangat dibutuhkan, baik oleh warga korban, juga aparat penanggulangan bencana. Secara keseluruhan masyarakat di Provinsi Sulawesi Barat, termasuk di sekitar lokasi bencana dilayani oleh sekitar 315 BTS XL Axiata. (yof)