Generasi Pandemial Hadapi Risiko Ekonomi dan Kesenjangan Sosial Jangka Panjang

19

FinTechnesia.com | Kesehatan dan ekonomi merupakan topik yang tidak terhindarkan ketika berbicara soal pandemi COVID-19. Namun, ada dampak jangka panjang pandemi dengan risiko lebih besar yang tidak boleh terabaikan.

Laporan Risiko Global 2021 (Global Risks Report 2021), yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF) bersama Zurich Insurance Group, menyoroti tantangan berat yang dihadapi generasi Pandemial, terkait prospek ekonomi dan kesehatan mental mereka.

Zurich mengajak berbagai pihak untuk memberikan lebih banyak perhatian kepada risiko ini karena generasi muda merupakan penentu masa depan global. Hassan Karim, Direktur Utama Adira Insurance, bagian dari Zurich Group, mengatakan, selama lebih dari 10 tahun, Zurich telah bekerja sama dengan WEF meninjau risiko-risiko global dengan dampak yang paling besar, paling mendesak, dan paling mungkin terjadi.

Tahun ini, pandemi menghadapkan generasi muda pada tantangan yang sangat besar. Kualitas hidup generasi muda merupakan hal yang sangat penting. “Merekalah yang akan memimpin negeri ini pada 20 hingga 30 tahun mendatang. Situasi ini menjadi kian menantang dan semakin penting untuk ditangani,” terang Hassan, Rabu (3/3).

Melambatnya ekonomi selama masa pandemi telah mengakibatkan peningkatan jumlah pengangguran yang signifikan. Sekitar 3,5 juta orang di Indonesia telah kehilangan pekerjaan akibat krisis pandemi. Generasi muda yang baru memasuki dunia kerja terpukul keras oleh situasi ini.

Pelajar yang baru lulus dan memasuki dunia kerja di tengah krisis ekonomi cenderung berpenghasilan lebih rendah dari rekan-rekan kerja mereka. Bahkan, menganggur selama satu bulan pada usia 18-20 tahun dapat menyebabkan hilangnya pendapatan sebesar 2% secara permanen di masa mendatang.

Masalah pengangguran ini berpotensi bisa menjadi semakin serius dengan meningkatnya kesenjangan digital yang muncul selama pandemi. Meski pandemi mempercepat transformasi digital dan membuka peluang bagi banyak orang, manfaat digitalisasi masih terbatas di kawasan perkotaan. Generasi muda di perkotaan lebih cepat beradaptasi dan berkembang di tengah digitalisasi.

Zurich percaya, investasi terhadap upaya peningkatan keterampilan dan pelatihan sumber daya manusia di usia muda, perlindungan yang memadai bagi generasi muda, serta penanganan kondisi kesehatan mental perlu dilakukan dan harus menjadi fokus dalam proses pemulihan pasca pandemi.

Selain itu, generasi muda juga harus memiliki saluran. Jadi mereka dapat bersuara dan memberikan kontribusi dalam pemulihan global untuk masa depan mereka.

Namun terlepas dari hal tersebut, keberhasilan proses pemulihan ini terletak pada kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Berbagai pemangku kepentingan harus bekerja sama dan berinvestasi pada lebih banyak pelatihan kejuruan dan pelatihan di tempat kerja, serta pengembangan teknologi pendidikan yang disertai dengan adaptasi infrastruktur fisik.

Zurich mendorong semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dan mencari solusi. Serta mencegah bencana masa depan bagi anak-anak .” Dengan keahlian global kami dalam manajemen risiko, kami siap untuk mengambil bagian dalam memberdayakan generasi mendatang untuk mewujudkan masa depan yang lebih tangguh,” pungkas Hassan. (mrz)