Induk EVOS Esports Gaet Pendanaan Seri B Sebesar US$ 12 Juta

15

FinTechnesia.com | Attention Holdings Pte. Ltd. (ATTN), induk organisasi esports profesional dunia, EVOS Esports, mendapatkl suntikan dana US$ 12 Juta pada pendanaan Seri B. Dibuka kurang setahun sejak pengumuman pendanaan Seri A November 2019, pendanaan kali ini dipimpin Korea Investment Partners.

Juga diikuti beberapa perusahaan lain. Seperti Mirae Asset Ventures, Woowa Brothers, Indogen Capital, PT. Surya Semesta Internusa Tbk, Selera Capital, Mandiri Investments Singapore, Jagartha Capital, Insignia Ventures Partners selaku investor awal. Serta beberapa perusahaan keluarga lainnya di Asia Tenggara dan Jepang.

Sang-Ho Park, Executive Director Korea Investment Partners yang juga akan bergabung dalam jajaran direksi ATTN mengungkapkan, esports menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan sangat pesat. ATTN telah menancapkan posisinya sebagai platform esports terdepan se-Asia.

“Tim EVOS Esport mengambarkan roadmap industri ini ke depan. Untuk itu, menurut kami, Ivan dan tim sudah berada jalur yang tepat untuk membangun ekosistem Esports terbesar di Asia,” kata Sang-Ho

Melalui bisnis livestreaming, ATTN melaporkan pendapatan meningkatt setiap bulan sejak awal 2020 Selain itu, performa EVOS Esports telah menjadikan ATTN market leader di industri esports regional dan berkembang menjadi brand esports terbesar ke-6 di dunia.

Ivan Yeo, Chief Executive Officer ATTN mengungkapkan dengan pendanaan Seri B ini, Korea Investments Partners membuktikan diri sebagai leading investors industri esports dan gaming “Dengan portfolio global dan pengalaman panjang mereka di industri, kami percaya bisnis ini akan melesat lebih tinggi lagi,” kata Ivan.

Ia menjabarkan potensi market dan rencana perusahaan. Pendapatan esport global diproyeksikan meningkat hingga 15% CAGR.

“Sementara pertumbuhan tertinggi terjadi di kawasan kami yaitu 24% CAGR. Selain itu, banyaknya daerah yang belum terjangkau esport di negara kami beroperasi menjadi peluang memperluas jangkauan. Serta menjadikan Indonesia sebagai pusat esport terbesar di Asia,” terang Ivan. (eko)