Isu Privasi Mencuat, Ini Langkah Google Melindungi Data Pengguna

13

FinTechnesia.com | Sulit membayangkan internet seperti yang kita kenal saat ini tanpa iklan sebagai landasan ekonominya. Namun saat industr berusaha menyajikan iklan yang relevan bagi konsumen di seluruh internet, data individual pengguna yang umumnya dikumpulkan melalui cookie pihak ketiga bertambah berlipat ganda dari ribuan perusahaan.

Keadaan ini mengikis kepercayaan pengguna. Menurut sebuah Pew Research Center, 72% orang merasa hampir semua yang mereka lakukan online dilacak oleh pengiklan, perusahaan teknologi, atau perusahaan lain. Selain itu, 81% merasa potensi risiko yang mereka hadapi karena pengumpulan data lebih besar daripada manfaatnya. Kalau sistem periklanan digital tidak berubah, masa depan interne gratis dan terbuka akan terancam.

Itulah mengapa tahun lalu Chrome mengumumkan rencana menghentikan dukungan untuk cookie pihak ketiga. “Kami memberikan upaya maksimal untuk Privacy Sandbox. Bekerja dengan industri secara lebih luas untuk menciptakan inovasi yang melindungi anonimitas. Sambil tetap memberikan hasil bagi pengiklan dan penayang iklan,” terang David Temkin, Direktur Product Management, Ads Privacy and Trust Google, Kamis (4/3). 

Meski begitu, Google terus menerima pertanyaan, apakah akan mengikuti pihak-pihak lain dalam industri teknologi iklan yang berencana mengganti cookie pihak ketiga dengan alat pengidentifikasi individu pengguna yang lain. “Kami tidak akan membuat alat pengidentifikasi lain untuk melacak orang saat menjelajahi web. Kami tidak akan menggunakannya dalam produk kami,” lanjut Temkin.

Google sadar, penyedia layanan lain akan menawarkan penggunaan data identitas pengguna hingga taraf tertentu untuk pelacakan iklan di seluruh internet. Misalnya, grafik informasi identitas pribadi berdasarkan alamat email orang.

Google tidak akan menyediakan layanan tersebut. Google tidak percaya solusi ini sejalan dengan ekspektasi konsumen yang semakin besar tentang keamanan privasi. Atau dapat terus diterapkan di tengah batasan peraturan yang berkembang dengan cepat.

Sebagai gantinya, produk-produk web Google akan didukung dengan API pro-privasi, yang mencegah pelacakan individual. Sambil tetap memberikan hasil bagi pengiklan dan penayang iklan.

Pengguna seharusnya tidak boleh menerima begitu saja aktivitasnya dilacak di seluruh internet agar dapat menikmati manfaat dari iklan yang relevan. Dan pengiklan tidak harus melacak konsumen secara individual di seluruh web untuk mendapatkan performa iklan digital.

Chrome ingin menyediakan cohort berbasis FLoC untuk pengujian publik melalui percobaan origin pada rilis berikutnya bulan ini. Lalu berencana mulai menguji cohort berbasis FLoC bersama pengiklan di Google Ads pada kuartal kedua tahun ini.

Menjaga internet tetap terbuka dan dapat diakses siapa saja, kita semua harus bekerja lebih keras untuk melindungi privasi. Artinya, berhenti menggunakan tidak hanya cookie pihak ketiga, tetapi juga teknologi apapun untuk melacak orang secara individual saat mereka menjelajahi web.

“Kami tetap berkomitmen merawat ekosistem yang hidup dan terbuka. Tempat orang dapat mengakses berbagai macam konten yang didukung iklan dengan merasa yakin, privasi dan pilihan mereka akan selalu dihormati. Semoga kami dapat bekerja dengan lebih banyak pihak lain di industri ke depan,” terang Temkin. (mrz)