Jelang Merger, Laba Bersih BRIsyariah Meroket 237,57% Menjadi Rp 191 Miliar

18

FinTechnesia.com | Jika tak ada aral melintang, merger bank syariah anak usaha bank BUMN terwujud di Februari 2021 mendatang. Sembari proses merger berjalan, Bank BNK Syariah, Mandiri Syariah dan BRIsyariah berjalan seperti biasa.

Ketiga anak usaha bank BUMN itu juga wajib mengejar target masing-masing hingga akhir tahun 2020. BRisyariah sebagai bank penerima merger sudah mengumumkan laporan keuangan Semester III-2020.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan ini, aset emiten berkode saham BRIS per September 2020 mencapai Rp 56,09 triliun. Melonjak 51,4% dibandingkan periode sama tahun lalu di angka Rp 37,05 triliun.

Penyaluran pembiayaan melesat 57,9%. Dari Rp 25,56 triliun di kuartal III 2019 menjadi Rp 40,36 triliun di kuartal III-2020.

Laba bersih meroket 237,57%. Dari Rp 56 miliar menjadi Rp 191 miliar. Kendati pembiayaan tumbuh, rasio pembiayaan bermasalah BRIsyariah turun dari 4,45% menjadi 3,35% di kuartal III-2020. (mrz)