Keamanan Siber Dukung UKM di Kala Pandemi

19

FinTechnesia.com | Usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia dan Asia Tenggara (SEA), hingga saat ini masih sangat terpengaruh pandemi. Menteri Koperasi dan UKM Indonesia menyatakan, COVID-19 berdampak besar terhadap keberlanjutan UKM di dalam negeri. Sebanyak 47% dari sektor ini harus gulung tikar akibat pandemi.

UKM mencoba bangkit kembali dengan melakukan transformasi digital. Namun pergeseran proses dan pembayaran dari dunia fisik ke ranah online juga membuka peluang pelaku kejahatan siber. “Digitalisasi dengan mengutamakan keamanan siber akan selalu menjadi langkah terbaik dalam melindungi dan menjaga arus kas bisnis Anda,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager Asia Tenggara di Kaspersky, belum lama ini.

Meskipun terdapat sedikit penurunan pada jumlah total ancaman lokal dan web yang telah Kaspersky blokir tahun lalu di Indonesia, penting dipahami, tahun 2020 adalah tahun di mana seluruh aktivitas manusia hampir ditransfer secara online. Ancaman terhadap individu sama berbahaya dengan risiko pada UKM dan perusahaan karena penerapan sistem kerja dari rumah yang sedang berlangsung di negara ini,” kata Dony Koesmandarin, Territory Manager untuk Indonesia di Kaspersky.

UKM membangun grup bisnis terbesar di Indonesia. Tapi hanya 10 juta-11 juta UKM yang terhubung ekosistem digital. “Karena digital cara paling aman bergerak maju saat pandemi, Kaspersky menawarkan solusi yang ramah anggaran dan mudah diterapkan yang dapat secara efektif melindungi arus kas dan reputasi bisnis UKM. Sehingga memungkinkan pelaku bisnis membangun kembali usaha mereka secara online dengan aman,” kata Dony Koesmandarin, Territory Manager Indonesia di Kaspersky.

Membantu UKM dalam masa yang penuh tantangan ini, Kaspersky menawarkan penghematan solusi Kaspersky Endpoint Detection and Response Optimum (KEDRO) terbaru untuk pelanggan baru dan yang sudah ada. Berlaku pada 10-999 node di seluruh wilayah hingga 31 Maret 2021.

Kaspersky juga memberikan tips dan rekomendasi untuk membangun kembali UKM di Indonesia dengan aman.

– Mengedukasi karyawan terus menerus tentang kebiasaan online yang aman.
– Membuat cadangan data penting dan memperbarui peralatan serta aplikasi TI secara rutin.
– Perbarui dan tambal sistem perusahaan secara teratur.
– Melindungi seluruh perangkat dengan solusi antivirus.
– Menerapkan solusi keamanan siber yang tepat untuk setiap aspek operasi bisnis Anda.
– Keamanan terbaik adalah solusi yang membuat pekerjaan departemen TI lebih mudah, dan bukan sebaliknya. (eko)