Layanan Dunia Maya Memang Gratis, tapi Pengguna Harus Membayar dengan Data Mereka

17

FinTechnesia.com | Di era digital, data menjadi amat berharga. Korporasi internet kerap dituding mengumpulkan data pengguna mereka.

Seperti WhatsApp yang diduga akan membagikan data penggunanya ke Facebook lewat pembaruan privasi. WhatsApp sendiri membantah tudingan tersebut dan akhirnya memundurkan jadwal pembaruan privasi.

Terbaru viral di Indonesia Facebook bisa memantau data pengguna. Belum ada pernyataan resmi Facebook soal haln tersebut.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky beberapa waktu lalu menulis, memang tidak ada yang sepenuhnya tidak berbayar. “Model bisnis saat ini untuk layanan gratis berarti, kita membayarnya dengan data kita,” tulis Kaspersky.

Jejaring sosial, beberapa messenger dan mesin pencari menghasilkan uang dari iklan. Dan apabila semakin dipersonalisasi semakin baik.

Baca juga: Ramai-Ramai Boikot Lantaran akan Membagikan Data ke Facebook, Ini Keterangan Resmi WhatsApp

Faktanya, Facebook dan perusahaan lain telah melakukan ini melalui layanan mereka selama beberapa tahun terakhir. Tapi kabar baiknya, sebagian besar perusahaan, termasuk Facebook, bersikap transparan tentang kebijakan tersebut.

Lalu WhatsApp tidak membaca percakapan Anda karena menyertakan enkripsi end to end. “Yang mereka telusuri hanyalah informasi teknis dan akun,” terang Anna Larkina, peneliti senior di Kaspersky.

Namun ke depan, integrasi antara Facebook dan WhatsApp akan terus meningkat. Pengguna perlu memutuskan tingkat berbagi informasi apa saja yang mereka kehendaki dan aplikasi perpesanan mana yang mereka sukai. “Untungnya ada berbagai platform perpesanan alternatif dan saat ini pengguna dapat memutuskan sendiri apa yang terbaik untuk mereka,” lanjut Anna. (eko)