Layani Wealth Management, DBS Indonesia Siapkan Beragam Produk

21

FinTechnesia.com | Bank DBS Indonesia melihat potensi perkembangan kebutuhan akan wealth management seiring dengan kenaikan aset kekayaan di Indonesia. Saat ini Ultra High Net Worth Individual (UHNWI) Indonesia diproyeksikan menjadi yang tertinggi kelima di dunia. Jauh lebih tinggi dari rata-rata global dan Asia.

Berdasarkan outlook Dana Moneter Internasional (IMF), produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia diperkirakan mencapai US$ 5.000 pada tahun 2024. Sehingga lanskap wealth management Indonesia diprediksikan akan meningkat dalam 4-5 tahun dari sekarang. Didorong pertumbuhan kekayaan investor muda.

Indikator utama peningkatan pasar wealth management adalah jumlah investor reksadana yang tumbuh empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Ddari sebanyak 444.945 menjadi 1.774.493 pada akhir tahun 2019.

Bank DBS Indonesia menangkap peluang tersebut, dengan menyediakan berbagai solusi finansial yang disesuaikan dengan setiap tahapan kehidupan nasabah. Serta mengembangkan inovasi digital sebagai platform investasi yang andal dan mudah diakses.

Namun hingga saat ini penduduk Indonesia cenderung mendepositokan kekayaan dibandingkan menginvestasikan. Masyarakat masih membutuhkan lebih banyak edukasi mengenai investasi sebagai pilihan dalam mengelola dan mengembangkan kekayaan.

Indonesia merupakan pasar yang sangat berkembang dalam hal wealth management. Namun pertumbuhannya terhambat oleh terbatasnya akses nasabah terhadap investasi dan pengelolaan aset kekayaan.

Mengacu jurnal yang dirilis Hubbis bulan September lalu, penetrasi asset under management (AUM) Indonesia hanya sekitar 4% PDB.

Angka tersebut masih tergolong rendah dibandingkan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan lainnya sebesar 15%-25%. “Pendapatan per kapita Indonesia saat ini berada di angka US$ 4.100. Perlu pendapatan per kapita sebesar US$ 5.000 agar lanskap wealth management Indonesia dapat memaksimalkan potensinya,” ujar Executive Director, Wealth Management Talent Rotation, Bank DBS Indonesia, Keng Swee, Rabu (25/11).

Head of Sales and Distributions Consumer Banking Group, Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom menambahkan, melalui priority banking DBS Treasures dan private banking DBS Treasures Private Client, Bank DBS Indonesia melakukan dua pendekatan wealth management. Yakni investasi dengan pilihan penempatan di dalam dan luar negeri, serta asuransi yang disesuaikan dengan tujuan finansial nasabah.

“Rangkaian produk kami untuk memenuhi kebutuhan nasabah di setiap tahap kehidupan. Mulai dari pengembangan kekayaan, perlindungan kesehatan, persiapan dana pensiun, legacy/warisan, dan dana pendidikan anak,” ujar Melfrida.

Untuk memperluas jangkauan investasi hingga ke luar negeri, Bank DBS Indonesia juga menawarkan berbagai produk instrumen investasi asing, termasuk investasi syariah di pasar internasional. Seperti Amerika Serikat (AS), Hongkong, dan Tiongkok.

Beberapa bulan ke depan, Bank DBS Indonesia berencana memperluas jangkauan penempatan investasi ke India, serta dana yang berfokus pada tema tertentu, seperti, dana global disruption dan perusahaan yang memenuhi kriteria lingkungan, sosial dan tata kelola. (mrz)