Lindungi Aset dan Hidup Keluarga dengan Perencanaan Warisan

23

FinTechnesia.com | Selain perencanaan membeli rumah atau mobil atau memliki anak, ada satu hal.yang tak kalah penting. Yakni perencanaan warisan.

Kesadaran pentingnya melakukan perencanaan warisan dalam masyarakat masih tergolong rendah. Padahal persoalan sengketa warisan dapat memakan biaya dan waktu serta merusak hubungan baik dalam keluarga.

“Dengan melakukan perencanaan warisan tentunya akan meminimalkan sengketa dalam keluarga dan warisan benar-benar jatuh ke tangan keluarga,” terang Faculty Head of Sequis Training Academy of Excellence Samuji, awal pekan ini.

Samuji menyarankan mulai dengan mendaftar semua aset. Termasuk tabungan, deposito, reksadana, rumah, kendaraan, emas, dan surat berharga lain. Kemudian, hitung kembali nilainya.

Ini untuk memastikan nilai seluruh aset tersebut cukup menanggung anggota keluarga yang masih dan akan membutuhkan biaya hidup selama jangka waktu yang Anda tentukan.

Cara menghitung yang sederhana diberikan Samuji adalah dengan menggunakan rumus: pendapatan tahunan dikali jangka waktu yang diinginkan. Anggap saja pendapatan sebulan sebesar Rp 20 juta plus THR 1 kali gaji. Berarti total pendapatan selama setahun adalah Rp 260 juta.

Kemudian kita perkirakan setidaknya keluarga dapat bertahan hidup dengan pengganti penghasilan selama 5 tahun  sebesar Rp 1,3 miliar. Inilah jumlah dana yang harus dipersiapkan selama masa produktif.