Mampu Tumbuh di Tengah Pandemi, Begini Strategi BCA Life

35

FinTechnesia.com | Di tengah pandemi, BCA Life berhasil mencatatkan kinerja yang baik sepanjang tahun 2020. Pada pengujung tahun 2020, berhasil mencatat pendapatan premi sebesar Rp 998,85 miliar, naik sebesar 18,9% dibandingkan pada tahun 2019.

BCA Life membukukan aset sebesar Rp 1,46 triliun atau tumbuh 27,12% dibanding tahun 2019. Di tengah tekanan pandemi yang melanda hampir sepanjang tahun 2020, BCA Life meraih laba komprehensif sebesar Rp91,53 miliar. Naik sangat signifikan, yaitu 612,02% dibanding tahun sebelumnya.

Anak usaha Bank Central Asia (BCA) ini telah memenuhi kewajiban kepada nasabah. Antara lain pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp 441,78 miliar. Naik 89,29% dibanding tahun 2019.

Serta menjaga rasio pencapaian solvabilitas di atas batas minimum yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu sebesar 535,06%. Sedangkan cadangan teknis mencapai Rp 885,58 miliar. Naik 30,74% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Meskipun pandemi mempengaruhi perekonomian secara makro, konsistensi dan kerja keras dari seluruh staf dan manajemen menunjukkan hasil cukup memuaskan, yakni pertumbuhan premi dan laba diatas rata-rata industri,” ucap Rio Winardi, Presiden Direktur & CEO BCA Life, Kamis (4/3).

Pertumbuhan ini tak lepas dari performa multichannel distribusi yang memberikan kontribusi pada pendapatan premi. Seperti telemarketing, digital, bancassurance dan corporate business. Kontribusi besar ini merupakan hasil dari kerja sama yang kuat antara BCA Life dengan Grup BCA dan partner lain dalam menyediakan solusi perencanaan keuangan yang tepat untuk nasabah.

Sepanjang tahun 2020, BCA Life mengelola dana investasi sebesar Rp 1,28 triliun dan berhasil membukukan hasil investasi sebesar Rp 73,28 miliar. Penempatan investasi BCA Life memperhatikan prinsip kehati-hatian. Sebagian besar ditempatkan pada surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah. Sekaligus membantu mendorong pembangunan berkelanjutan di negara ini. (yof)