Mandiri Syariah Siap Bersinergi Ciptakan Bank Syariah Modern dan Inovatif untuk Nasabah

18

FinTechnesia.com | PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mendukung penuh langkah pemerintah melalui Kementerian BUMN dalam menyatukan ketiga bank syariah milik Himbara, yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah. Mandiri Syariah menyatakan kesiapannya bersinerg menciptakan bank syariah yang modern dan inovatif berskala global.

Anggota Himbara selaku perusahaan induk ketiga bank syariah nasional yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank BNI telah menandatangani conditional merger agreement (CMA) bersama PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah, pada hari Senin (12/10) malam.

Penggabungan ketiga bank syariah milik Himbara tersebut bertujuan agar Indonesia memiliki bank syariah terbesar di Tanah Air berskala global. Selain itu, penggabungan diharapkan meningkatkan potensi ekonomi dan keuangan syariah yang sedang tumbuh positif meski di tengah pandemi.

Perbankan syariah berpotensi tumbuh dan berkembang ditengah tantangan ekonomi makro dan industri keuangan akibat pandemi. Peluang pertumbuhan ini tercermin dari terjaganya kinerja positif industri perbankan syariah, khususnya Mandiri Syariah, sejak beberapa tahun terakhir.

Hingga akhir Agustus 2020 laba bersih Mandiri Syariah tumbuh 26,58% yoy menjadi Rp957 miliar (unaudited). Sedangkan pembiayaan tumbuh hingga 6,18% yoy menjadi Rp76,66 triliun.

Pembiayaan segmen ritel tumbuh 12,52% menjadi Rp48,55 triliun seiring strategi fokus yang ditetapkan. Peningkatan laba bersih dan pembiayaan Mandiri Syariah ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 13,17% yoy menjadi Rp99,12 triliun.

Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni EB Subari mengatakan, sinergi bank syariah milik BUMN ini diharapkan meningkatkan inovasi ekonomi dan keuangan syariah menjadi lebih modern. Beberapa tahun terakhir, Mandiri Syariah melakukan inovasi layanan digital bagi nasabah.

Tujuannya menawarkan sistem layanan perbankan yang berbeda yang tidak hanya memberikan layanan finansial berbasis syariah. Tapi juga solusi kebutuhan sosial dan spiritual yang makin relevan dengan kondisi yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia. “Kami siap membantu dan menyelesaikan proses merger ini agar manfaatnya segera dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Toni, Rabu (14/10)

Selama proses integrasi maupun setelah integrasi, ketiga bank syariah dan para pemegang saham menjamin tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK), Sedangkan bagi para nasabah, merger ini belum berlaku efektif. Penandatangan CMA merupakan langkah awal dari proses merger.

“Nasabah tidak perlu khawatir, kami memastikan layanan dan operasional untuk nasabah pun akan tetap berjalan berdasar pemenuhan kebutuhan nasabah (customer centric). Tidak ada perubahan pada operasional, kebutuhan nasabah tetap menjadi prioritas dan pelayanan akan tetap kami berikan secara optimal,” terang Toni. (mrz)