Masih Batita, Modal Rakyat Sudah Berlari Kencang, Pembiayaan Sudah Tembus Rp 1 Triliun

21

FinTechnesia.com | Ibarat manusia, financial technology (fiintech) lending Modal Rakyat baru usia batita. Namun sudah bisa berlari kencang.

Ya, menginjak umur tiga tahun di 2021 ini, Modal Rakya telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 1 triliun. Pembiayaan mengalir ke lebih dari 5.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Penyaluran pendanaan Rp 1 triliun tercapai karena lmasyarakat semakin aktif mendanai UMKM melalui Modal Rakyat. Ada pula beberapa institusi finansial menjadi pendana. Seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), BRI Agro, Bank Mandiri, BPR Masyarakat Mandiri dan beberapa institusional lender lain.

Pencapaian ini semakin mengukuhkan, sistem pendanaan gotong-royong bisa mengisi celah di industri pembiayaan. “Hal ini menjadi dorongan bagi kami agar dapat berpartisipasi lebih besar lagi di market share pembiayaan,” ungkap Hendoko, Chief Executive Officer (CEO) Modal Rakyat, Kamis (4/3).

Berdasarkan sektor, sejak berdiri 2018 sebanyak 49.07% pembiayaan Modal Rakyat mengalir pada UMKM sektor teknologi informasi. Lalu 26.97% perdagangan, dan sisanya tersebar pada sektor-sektor lain. Seperti konstruksi, logistik, mikro (agen pulsa), tekstil, pertanian, periklanan, dan lain-lain. Sedangkan total pinjaman tahun berjalan (1 Januari 2021-sekarang) sebesar Rp 201 miliar.

Selain fokus pada pembiayaan bagi pelaku UMKM, Pendana (masyarakat) dapat melakukan pendanaan mulai dari Rp 25.000 melalui aplikasi. Nominal ini diharapkan dapat semakin mempermudah semua kalangan untuk aktif bergotong-royong membiayai UMKM, khususnya bagi setiap individu yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Total Pendana di yang terdaftar di Modal Rakyat sejak 2018 hingga saat ini sebanyak 71.000 .

Ini bukti nyata, penggunaan teknologi secara tepat dan juga sinergis dengan kondisi pasar dapat mendukung permodalan dan pemberdayaan UMKM Indonesia secara menyeluruh. “Dalam jangka menengah dan panjang, harapannya membawa dampak positif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Wafa Taftazani, Komisaris Utama Modal Rakyat.

Modal Rakyat juga telah menggandeng beberapa perusahaan sebagai mitra strategis. Seperti Payfazz, Rata.id, Huawei, Sequis, dan Kargo. Kerja sama ini merupakan inisiasi untuk bisa mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia. Selain melakukan pengembangan teknologi dan aplikasi, hadirnya mitra kolaborasi ini tentu menjadi warna tersendiri bagi Modal Rakyat.

Modal Rakyat sebagai perusahaan rintisan di bidang peer to peer lending juga akan terus mengupayakan peningkatan kualitas produk dan teknologi. Selain itu, integrasi Rekening Dana Lender (RDL) BNI juga telah diterapkan sebagai fasilitas penampungan dana yang aman bagi para lender dan peningkatan signifikan kecepatan akses dari penggunaan Mobile Apps.

Modal Rakyat juga telah bekerja sama dengan perusahaan biro kredit Pefindo Termasuk terintegrasi dengan Fintech Data Center (FDC) dan Silaras OJK untuk melakukan analisa terhadap reputasi keuangan peminjam serta menekan terjadinya NPL. (eko)