Memperkuat Pencadangan, Laba Danamon di Sembilan Bulan 2019 Turun Menjadi Rp 1,48 Triliun

21

FinTechnesia.com | Bank Danamon mengumumkan laporan keuangan sembilan bulan pertama tahun 2020. Laba bersih setelah pajak (NPAT) Bank Danamon pada kuartal ketiga 2020 tumbuh menjadi Rp 632 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan ini menjadikan total NPAT Bank untuk sembilan bulan pertama tahun 2020 menjadi Rp 1,48 triliun. Turun dibandingkan periode sama tahun 2019 yang sekitar Rp 2,16 triliun.

Pendapatan operasional sebelum provisi (PPOP) naik 9% dibandingkan setahun yang lalu.Pertumbuhan laba pada kuartal ketiga ini antara lain didukung pendapatan nonbunga dan perbaikan kualitas aset.

Rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada tingkat 3.2% atau membaik 90 basis poin dibandingkan kuartal sebelumnya. Biaya kredit membaik 54% secara kuartalan.

Didukung kolaborasi yang kuat dengan MUFG, kredit kepada segmen enterprise banking terus berekspansi dengan pertumbuhan 26% dibandingkan setahun yang lalu. Giro dan tabungan (CASA) tumbuh 13%
secara setahunan.

Pertumbuhan ini membawa rasio CASA pada tingkat yang sehat yaitu 51,5%. “Kami juga mampu mengelola NPL serta menyediakan biaya pencadangan yang lebih kuat,” kata Yasushi Itagaki, Direktur Utama, Bank Danamon, Selasa (27/10). (yof)