Menjawab Tantangan Gap Kredit di Indonesia dengan Inovasi Credit Scoring

20

FinTechnesia.com | Di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, kesenjangan antara kebutuhan kredit masyarakat dan penyaluran dana dari institusi keuangan menjadi isu krusial. Dari 260 juta populasi penduduk Indonesia, penetrasi kartu kredit baru berada pada angka 3,2%.

Salah satu tantangan terbesar penyaluran kredit  adalah terbatasnya riwayat kredit individu. Misalnya, pemilik usaha informal tidak memiliki pembukuan. Atau karyawan muda yang baru memulai karirnya sehingga sulit mendapatkan kredit dari lembaga pembiayaan konvensional.  

Salah satu yang menjadi kunci dalam menjembatani kredit gap di Indonesia adalah mengembangkan penilaian credit scoring (skor kredit) melalui inovasi dan peningkatan variasi data penilaian. Kehadiran fintech lending lantas membawa angin segar.

Melalui teknologi, sistem skor kredit yang dimiliki fintech lending mampu menganalisa profil calon peminjam secara lebih cepat, efisien, komprehensif, dan mengurangi kebiasan data. Hal ini berdampak pada peningkatan kelayakan kredit sehingga mampu memperluas akses kredit bagi masyarakat. Dengan pengalaman pengajuan kredit yang lebih mudah dan cepat. 

Kredivo sebagai pelaku fintech lending memaparkan cara kerja inovasi skor kredit yang mampu merangkul pengguna dengan histori kredit terbatas. Mereka selama ini tidak terjamah institusi keuangan konvensional.

Paramananda Setyawan, Chief Data Officer Kredivo mengatakan, adopsi machine learning menggunakan kombinasi data tradisional dan alternatif memungkinkan menganalisis skor kredit pengguna dengan metrik setaraf bank, dalam waktu yang lebih cepat dan efisien. “Alternatif ini dapat menjadi salah satu solusi menjawab tantangan gap kredit di Indonesia,” ujar Paramananda, Jumat (26/11).

Saat ini, credit scoring Kredivo telah menilai kelayakan kredit sekitar 500.000 pengguna tiap bulan.Serta mampu menyalurkan kredit bagi lebih dari 2 juta pengguna atau 25% dari basis pengguna kartu kredit saat ini. Lebih dari 60% dari total pengguna tersebut mendapatkan akses kredit pertama melalui Kredivo. (eko)