Menopang Likuiditas, Singapore Airlines Gaet Pinjaman S$ 750 Juta

17

FinTechnesia.com | Singapore Airlines (SIA) mengumumkan berhasil memperoleh tambahan sebesar S$ 750 juta melalui pinjaman jangka panjang. Dalam rilis pekan lalu, pinjaman itu dengan jaminan beberapa pesawat Airbus A350-900 dan Boeing 787-10.

Pasca transaksi tersebut, Singapore Airline memperoleh pinjaman beragunan senilai total S$ 1,65 miliar sejak awal tahun keuangan 2020/2021. Total likuiditas yang diperoleh selama periode yang sama sekarang berkisar S$ 11 miliar.

Terdiri dari S$ 8.8 juta berkat keberhasilan maskapai yang acapkali disebut SQ itu dalam melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue sebesar S$ 1,65 miliar dari pinjaman beragunan. Dan lebih dari S$ 500 juta melalui jalur komitmen kredit baru dan pinjaman jangka pendek tanpa jaminan dari lembaga keuangan.

Di sisi lain, semua jalur komitmen kredit yang jatuh tempo selama tahun 2020 telah diperbarui hingga 2021 atau setelahnya. Bersama jalur komitmen kredit baru, sehingga akses likuiditas hingga lebih dari S$ 2.1 miliar dipastikan tetap tersedia.

Sampai periode Juli 2021, SQ juga memiliki opsi untuk menaikkan hingga S$ 6.2 miliar tambahan obligasi wajib konversi, yang akan menyediakan likuiditas lebih lanjut jika diperlukan. Selama periode yang penuh dengan ketidakpastian ini, SIA terus mengeksplorasi cara-cara tambahan menopang likuiditas. (hlm)