Milenial Menyadari Keamanan Digital, Tapi Tidak Menjadikannya Sebagai Prioritas

18

FinTechnesia.com | Keamanan online menduduki peringkat teratas sebagai faktor terpenting kaum milenial mencari “Zona Nyaman Digital”. Tapi 37% milenial berpikir, mereka target yang membosankan bagi pelaku kejahatan siber,

Laporan global terbaru Kaspersky, More Connected Than Ever Before: How We Build Our Digital Comfort Zones, mengeksplorasi, bagaimana orang-orang mengubah kebiasaan kehidupan mereka tetap nyaman dengan teknologi. Meskipun para milenial memiliki tendensi memperketat keamanan online, tapi tindakan menunjukkan cerita berbeda.

Dengan banyaknya milenial berpikir mereka terlalu membosankan untuk menjadi target para pelaku kejahatan siber, sebanyak 36% sadar harus berbuat lebih banyak memperkuat keamanan digital. Tapi masih tidak menjadikannya prioritas utama.


Akibat normal baru yang memaksa banyak orang untuk bekerja dari rumah, rumah menjadi pusat teknologi bagi para milenial. Mereka menghabiskan hampir dua jam ekstra di dunia daring setiap hari dibandingkan awal tahun. Menjadikan rata-rata harian mereka mencapai 7,1 jam sehari.

49% mengatakan peningkatan waktu online ini membuat mereka lebih sadar akan keamanan digita. Kaum milenial menghabiskan sebagian besar waktunya di media sosial. Dan 2/3 (61%) mengatakan peningkatan kencan online dari rumah menjadi perhatian khusus bagi keamanan digital mereka.

Mengatasi masalah ini, 52% milenial mengatakan hanya menjalankan aplikasi yang dapat dipercaya. Dan sebanyak 49% menjalankan pemindaian anti-virus regular pada setiap perangkat mereka.

Ada yang mengganggu, 13% milenial mengaku menggunakan Wi-Fi tetangga secara diam-diam.
Kasperaky ingin melakukan penelitian yang mengungkap bagaimana tahun ini mempengaruhi tindakan serta emosi terkait kehidupan digital.