OVO Membuka Akses Pendanaan untuk UMKM

23

FinTechnesia.com | OVO membuka akses permodalan kepada UMKM sebagai upaya dukungan tengah pandemi agar tetap bertahan dan bahkan maju. Natasha Ardiani,  VP Lending OVO mengungkapkan, di Indonesia masih banyak orang belum percaya untuk meminjam uang dari  layanan keuangan digital. Termasuk pelaku UMKM.

Mereka lebih suka meminjam uang ke saudara, tetangga, bank, bahkan rentenir. Tidak sedikit juga dari mereka yang lebih memilih menggadaikan barang ke industri gadai. Padahal, layanan keuangan digital memberikan banyak kemudahan saat peminjaman, lebih transparan, lebih mudah diakses dan lebih terjangkau. 

Misi OVO membuat suatu layanan keuangan pinjam-meminjam transparan, mudah diakses, dan juga terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini penting agar peran dan tanggung jawab pemberi pinjaman dan peminjam jelas dan sesuai aturan yang berlaku.

OVO ingjn meningkatkan inklusi keuangan dengan menyediakan layanan keuangan digital yang benar-benar bisa diakses dengan mudah secara digital. “Dan bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia di manapun mereka berada,” kata Natasha, Selasa (27/10).

Natasha menyebutkan, bisnis lending saat ini sangat dibutuhkan oleh UMKM yang terkena dampak pandemi COVID-19. Banyak di antara mereka yang mengalami kekurangan modal usaha, kesulitan menggaji karyawan, hingga ancaman penutupan usaha. 

Lewat kerja sama dengan Taralite sejak tahun 2017, OVO ingin menjawab kesulitan akses pembiayaan yang selama ini dialami oleh para pelaku UMKMm Sehingga mereka akan mendapatkan layanan kredit yang lebih mudah diakses, transparan dan tentunya dapat membantu permodalan mereka. (yof)