Pandemi Justru Bikin Bisnis PasarPolis Lebih Manis, Ini Sebabnya

28

FinTechnesia.com | Ketika banyak sektor ekonomi kena hajar dampak corona, tidak demikian dengan industri insurance technology (insurtech). Masyarakat menjadi serba digital pasca wabah.

Dan terjadi peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya asuransi. Industri insurtech diprediksi tetap berpeluang besar tumbuh di 2021. 

PasarPolis siap menyambut peluang insurtech di 2021. CEO dan Founder PasarPolis, Cleosent Randing mengatakan,industri insurtech di 2020 ke 2021 terus bergerak positif. Pelaku industri ini harus mampu membawa gebrakan yang berbeda dan dampak positif lebih besar dari tahun sebelumnya.

“Kami yakinmasih terdapat ruang yang sangat besar bagi insurtech terus tumbuh ke depan. Apalagi dengan kemampuan teknologi untuk menciptakan produk asuransi mikro yang lebih spesifik, terjangkau, dan tepat sasaran. Sehingga bisa memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat,” terang Cleosent, Kamis (14/1).

PasarPolis saat ini memiliki lebih dari 80 produk aktif. PasarPolis bertekad agar perlindungan asuransi dapat hadir bagi masyarakat. Mulai dari bangun tidur, bekerja, hingga kembali ke rumah. 

Insurtech mampu menjawab tiga masalah utama yang menghambat industri asuransi. Yaitu akses yang rumit, proses klaim yang ribet, dan premi yang tidak terjangkau. 

Berkat pemanfaatan teknologi, PasarPolis mendapatkan lebih dari 4 juta pelanggan baru hanya di bulan Juni 2020 lalu. Dan mencatat bahwa ada sekitar 70 juta polis yang dikeluarkan setiap bulan.

Berkat pencapain itu, Pasar Polia menerima pendanaan Seri B terbesar di industri bulan September 2020 lalu. 

PasarPolis sendiri mencatat 90% konsumennya yang tidak pernah membeli polis asuransi (first-time buyer). Dan 40% pemegang polis PasarPolis merupakan pekerja sektor informal. Seperti pengemudi ojek online, kurir, dan pelaku UMKM online.(mrz)