Pasar Mobil Bekas Mulai Membaik, Tapi Tantangan Kian Besar

25

FinTechnesia.com | Seiring beberapa bisnis berjalan kembali, market behaviour pada industri mobil bekas berangsur pulih. Temuan tersebut terdapat pada survei terbaru OLX Autos bertajuk “Sentiment Monitoring Study”.

Berdasarkan survei tersebut, pasar mobil bekas menunjukkan perbaikan. Tiga bulan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ada peningkatan pada penjualan dan pembelian mobil bekas.

Faktor peningkatan pada pasar mobil bekas, 62% showroom beroperasi dibandingkan pada masa PSBB yang hanya 32%. Berangsur normalnya aktivitas ini memiliki akibat pada aktivitas penjualan dan procurement (pembelian) meningkat pula.

Dari hasil survei, rata-rata pembelian dan penjualan naik 50% pada bulan Agustus 2020 dibandingkan saat awal pandemi, dari yang semula 1,4 menjadi 2,1. Selain itu, rata-rata barang tersedia (stok) di showroom berkurang 35% menjadi 4,2 (dari sebelumnya 6,5) pada bulan Agustus 2020.

Lalu, 52% responden berkeinginan membeli mobil dibandingkan pada masa awal pandemi yang hanya mencapai 22%. Sebanyak 43% saat ini memilih untuk menggunakan mobil pribadi, dibandingkan dengan awal masa pandemi hanya 33%. “Survei kami menemukan permintaan mobil bekas meningkat 15% – 20% semenjak relaksasi PSBB,” ujar CEO OLX Autos Indonesia, Johnny Widodo, Kamis (15/10).

Namun, industri mobil bekas menghadapi beberapa tantangan, efek pandemi. Keterbatasan dana merupakan tantangan yang paling besar. Kendala ini dirasakan oleh 58% responden.

Sementara 46% responden lain mengurangi dana sebesar 5% untuk membeli mobil. Di sisi lain, penjual tidak mau mengurangi harga mobil bekas.

Untuk menanggulangi dampak yang terjadi, para dealer dapat memberikan inovasi.. Data OLX Autos memperlihatkan, ada beberapa inovasi dealer yang sesuai kebutuhan pelanggan. Seperti bertemu secara privat bagi calon pembeli yang ingin membeli mobil. Bertemu secara virtual untuk bisa memberikan pengalaman yang cukup nyata tanpa harus bertemu.

Selain itu pelanggan bisa mendapatkan fasilitas test drive langsung di rumah tanpa harus ke showroom. Lalu purchase journey tanpa sentuhan fisik dari awal hingga sampai akhirnya proses pembelian selesai. (eko)