Rabu, 24 April 2024
FINTECHNESIA.COM |

Pemupukan Pencadangan, Laba BRI Longsor 45,8%

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Nasib sial menimpa industri keuangan. Pandemi menyebabkan kinerja perbankan memble.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) misalnya, mencatatkan penurunan laba sampai 45,8% sepanjang tahun 2020 ketimbang 2019 alias year on year (yoy). Laporan keuangan BRI mencatat, tahun lalu BRI meraup laba senilai Rp 18,66 triliun. Terjun 45,8% yoy dibandingkan 2019 senilai Rp 34,41 triliun.

Salah satu penyebab tergerusnya laba akibat aksi pemupukan pencadangan yang cukup tinggi. Sampai akhir tahun lalu, BRI membentuk pencadangan hingga Rp 64,1 triliun atau setara 248% dari nilai non performing loan (NPL).

Besarnya rasio pencadangan agar BRI bisa melakukan mitigasi risiko dengan baik. Bank yang fokus di UMKM ini mencatatkan restrukturisasi kredit imbas pandemi paling tinggi, nilainya Rp 186,6 triliun, setara 21,2% dari portofolio kredit.

“Kami makin fokus mencari sumber pertumbuhan baru pada dua area, pertama adalah nasabah eksisting yang telah naik kelas, dan segmen ultra mikro,” ungkap Direktur Utama BRI, Sunarso. (yof)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER