Permintaan PLTS Atap Meningkat, Pemakai Tenaga Surya Semakin Beragam

20
DCIM100MEDIADJI_0278.JPG

FinTechnesia.com | Sepanjang 2020, Xurya Daya Indonesia, startup lokal energi terbarukan yang mempelopori metode Rp 0 (no upfront cost) pembiayaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap, mencatat peningkatan permintaan instalasi proyek PLTS Atap untuk bangunan komersial dan industri.

Peningkatan permintaan ini didorong tarif listrik PLTS semakin kompetitif. Bahkan lebih rendah dari pembangkit energi fosil.

Tidak hanya dari industri cold storage atau warehouse yang telah lebih dulu memanfaatkan energi baru terbarukan, tahun ini permintaan instalasi PLTS Atap Xurya dari industri dengan latar belakang bisnis yang beragam. Permintaan mencakup Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Makassar hingga Palembang.

Terdiri dari industri keramik, industri stainless steel, industri komponen otomotif, pabrik tekstil, hotel & resorts, bahkan gedung sekolah. “Manfaat penggunaan PLTS Atap kini semakin dirasakan oleh berbagai industri maupun komersial,” kata Eka Himawan, Managing Director Xurya, Kamis (14/1).

Tarif listrik EBT yang semakin kompetitif akan meningkatkan pengguna dari pelaku industri. Sehingga dapat mempercepat realisasi kapasitas terpasang.

“Kami berharap kehadiran kami mengakomodir dan memberikan kemudahan green financing bagi pelaku industri dan komersial yang ingin menggunakan PLTS Atap. Walaupun biaya pemanfaatan sistem PLTS Atap semakin menurun, biaya investasi awal yang dikeluarkan dirasa masih cukup tinggi.” tutup Eka. (eko)