Pertebal Finansial, Singapore Airlines Terbitkan Surat Utang Lagi

16

FinTechnesia.com | Korporasi terus berjaga-jaga menghadapi dampak pandemi. Termasuk korporasi besar.

Singapore Airlines (SIA) misalnya, berhasil mengumpulkan dana S$ 500 juta penambahan modal melalui penerbitan obligasi 10 tahun terbaru. Awalnya penawaran hanya S$ 300 juta.

Tapi meningkat menjadi S$ 500 juta setelah melihat kuatnya minat investor. Obligasi sepuluh tahun ini akan memiliki kupon kompetitif sebesar 3,5% per tahun. Bank DBS dan United Overseas Bank bertindak sebagai manajer utama bersama.

Penerbitan ini semakin memperkuat posisi likuiditas perusahaan. Hasilnya akan digunakan untuk tujuan umum termasuk pembiayaan kembali pinjaman (refinancing).

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada investor atas dukungan mereka untuk penerbitan obligasi ini, setelah penerbitan obligasi konversi yang sangat sukses baru-baru ini. Hal ini mencerminkan keyakinan kuat yang dimiliki investor terhadap kemampuan Singapore Airlines untuk menghadapi tantangan jangka pendek, dan muncul sebagai pemimpin dalam industri penerbangan,” ucap Goh Choon Phong, Chief Executive Officer, Singapore Airlines, Rabu (25/11).

Sejak awal tahun finansial 2020/2021, termasuk penerbitan hari ini, Singapore Airlines telah mengumpulkan sekitar S$ 12,7 miliar likuiditas tambahan. Hal ini termasuk S$ 8,8 miliar Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, S$ 2 miliar dari pembiayaan terjamin, S$ 850 juta melalui penerbitan obligasi konversi baru-baru ini dan lebih dari S $ 500 juta melalui jalur kredit baru berkomitmen dan pinjaman tanpa jaminan jangka pendek.

SIA akan terus memiliki akses ke lebih dari S$ 2,1 miliar jalur kredit berkomitmen. Hingga Juli 2021, maskapai dengan julukan SQ ini juga memiliki opsi untuk mengumpulkan hingga S$ 6,2 miliar obligasi konversi wajib tambahan yang akan menyediakan likuiditas lebih lanjut jika diperlukan. (mrz)